Kepala SMK 2 Mardjianti mengatakan, kondisi demikian selalu terjadi tiap tahunnya. Sehingga sekolah pun tidak kaget. “Kita lihat saja dulu nanti, kami sudah terbiasa dengan kondisi ini, kata Mardjianti.
Ia pun berharap dengan terbukanya lintas SMA ke SMK pasca tersisih atau pun sebaliknya, di jalur zonasi nanti bisa memberikan warna yang beda. Mengingat sebelumnya skema ini tidak bisa digunakan.
Sebelumnya pihak sekolah telah melakukan sosialisasi terkait PPDB ini. Bentuknya melalui media sosial sekolah kepada guru di SMP terkait kompetensi keahlian yang ada di SMK 2. Informasi berupa spanduk dan brosur juga disebar. Pada tahun ini kami membuka sembilan rombel. Jumlahnya sama dengan tahun lalu, ucapnya.
“Penuh di awal tapi bulan-bulan berikutnya banyak yang mundur. Itu dampaknya online. Kami tidak bisa tahu minat anak kemana, tutur dia.
Sejauh ini kuota prestasi dari 28 yang dibuka baru 6 terisi. Kemudian jalur afirmasi masih tiga pendaftar. Padahal cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan wilayah 2 memberikan slot 72.
Jalur perpindahan tugas orangtua justru sepi. Sebab dari 18 kuota baru satu kursi yang terisi. Paling banyak kuota yang terpenuhi ialah jalur bina lingkungan. Tercatat delapan pendaftar dari 35 kuota yang disiapkan. Ini masih bisa bertambah karena hari ini masih menerima pendaftaran, pungkasnya. (ak/waz)







