SANGATTA – Warga di RT 03 dan 02 Marga Rukun, Dusun Gunung Teknik, Desa Sangatta Selatan Kecamatan Sangatta Selatan mendadak melakukan pertemuan terbuka di RT 02. Tujuannya, untuk mencari solusi permasalahan yang kerap menerpa dua daerah tersebut.
Dikatakan Ketua RT 03, Wartoyo, pertemuan tersebut untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan warga selama ini. Yakni terkait banjir. Karena, setiap kali hujan mengguyur Sangatta Selatan, dua RT ini selalu menjadi langganan banjir. Besar dugaan, banyaknya sampah yang dibuang oleh warga ke sungai menjadi salah satu faktor utama.
“Karena itu, kita gotong royong untuk membersihkan anak sungai ini dari semua jenis sampah. Baik sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, maupun sampah alami seperti pohon, ranting daun dan lainnya. Kita juga dibantu alat berat untuk membersihkan pohon-pohon yang menghalangi sungai,” ujar Wartoyo.
Tidak hanya sampah yang berada di areal sungai, rumput dan pohon yang mengganggu kelancaran air juga menjadi salah satu target bagi warga. Karena dua hal ini, dianggap penyumbang terbesar timbulnya banjir.
“Jadi kita akan susurin semua areal sungai. Dari hulu RT 03 hingga hilir RT 02. Mudahan saja, dengan waktu sehari ini, kita dapat selesaikan membersihkan sungai dari sampah,” katanya.
Dengan harapan, setelah dibersihkan, banjir tidak lagi menghampiri pemukiman warga sekitar. Tentunya, semua diperlukan kerjasama dan kesadaran warga itu sendiri. Warga tidak lagi membuang sampah sembarangan terlebih kedalam sungai.
“Jangan lagi buang sampah ke sungai. Selain akan membuat banjir, sungai kita akan kotor, dangkal dan tentunya tercemar,” katanya.
Senada, Kepala UPTD Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman, (UPT-KPP), Basuki Isnwan, turut memberikan apresiasi bagi warga. Karena, turut membantu pemerintah dalam menjaga lingkungan sungai.
“Kami sangat bersyukur karena masih banyak warga yang peduli akan kebersihan. Kita juga harap dan minta, tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan. Apalagi, membuang sampah ke sungai,” pesannya.
Karena, sungai merupakan salah satu kehidupan masyarakat Sangatta. Jika warga secara terus menerus membuang sampah di sungai, maka sungai akan tercemar, dangkal dan menciptakan banjir.
“Kita lihat sendiri, saat ini Sangatta Selatan rawan banjir. Sungai kita juga penuh dengan sampah. Karenanya, kita jaga baik-baik jangan sampai tercemar. Karena semua warga bertopang hidup dengan sungai ini,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kutim, Ismunandar, juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar serta tidak membuang sampah sembarangan. “Jadi kita harap buang sampah pada tempatnya. Karena sudah disediakan. Jangan membuang sampah di sungai,” pintanya. (dy)






