SANGATTA – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Penelitian (BKPP) Kutim, Zainuddin Aspan menuturkan, banyak kursi jabatan yang kosong di Kutim. Ada beberapa faktor kosongnya kursinya tersebut. Pertama masalah pensiun, mutasi, dan meninggal dunia.
Di antara kursi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong ialah Dinas Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan Badan Ketahanan Pangan.
Ini merupakan jabatan inti. Yakni kepala dinas dan badan. Belum termasuk level kepala bidang dan kasi. Namun, Zai tak berani menentukan waktu pengisian kursi jabatan tersebut. Semua katanya diserahkan kepada atasan yakni Bupati Kutim.
“Jadi ada tinggi pratama, administrator, dan pengawas. Ini yang kosong. Jumlah masih rahasia. Pastinya banyak belum terisi,” kata Zai.
Paling banyak kata dia ialah yang pindah lokasi. Beberapa pejabat dan staf pindah kerja alias mutasi. Salah satunya ke provinsi.
“Jumlahnya masih dihitung. Eselon 2 dan 3. Ada yang sudah pindah, ada pula masih dalam tahap proses pengalihan,” katanya.
Siapapun yang pindah akan direstui. Asal, berkasnya lengkap. Mengenai alasan tak jadi masalah. Sebab, dari beberapa penjelasan ada berbagai macam alasan untuk pindah. Namun, Pemkab Kutim tak peduli. Sebab, itu merupakan hak mereka. Asal, tak bertentangan dengan aturan.
“Ada yang mau mendekatkan diri dengan keluarga, karena sakit, masalah orang tua sakit, dan lainnya. Jadi mutasi sudah biasa,” katanya.
Bagi dirinya, pengabdian untuk Kutim paling utama. Karenanya, secara pribadi ia tak memiliki keinginan untuk pindah sedikitpun.
“Saya di Kutim saja. Kemungkinan sampai pensiun. Jadi siapa yang mau pindah silahkan. Kami akan proses semua,” katanya. (dy)






