• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Si Manis Khas Kutim yang Mulai Punah

by M Zulfikar Akbar
15 Oktober 2018, 10:02
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
LELA RATU SIMI/SANGATTA POST
MENGENALKAN GULA GAIT: Proses pembuatan gula gait dan upaya mengenalkan kembali gula gait melalui ekspo.

LELA RATU SIMI/SANGATTA POST MENGENALKAN GULA GAIT: Proses pembuatan gula gait dan upaya mengenalkan kembali gula gait melalui ekspo.

Share on FacebookShare on Twitter

Seiring berjalannya waktu, banyak budaya yang mulai punah, sama halnya dengan cemilan khas Kutim, yakni gula gait.

——-LELA RATU SIMI, Sangatta——-

Meski memiliki persamaan nama, namun gait tidak seperti gula pada umumnya, makanan satu ini bukan untuk menjadi olahan lain. Melainkan cemilan layaknya permen.

Makanan yang sempat tenar pada masanya, yaitu di era 90 an. Biasa disebut gula gait si hitam manis dari Kecamatan Sangkulirang.

Seperti dikatakan seorang staf Kecamatan Sangkulirang, Saiful, saat disambangi di stand ekspo hut Kutim. Dirinya menjelaskan semua tentang kriteria kudapan khas daerahnya. Ia menerangkan, bahwa bahan baku untuk membuat gula merah dan gula gait tergolong sama, yakni bersumber dari aren. Hanya saja mekanisme pengolahan dan hasil akhir yang membuatnya berbeda.

Jika gula merah hanya dicetak, gula gait harus melalui proses lebih panjang. Kemudian hasilnya pun berbeda. Bilamana gula merah bisa untuk membuat konsumsi lain, si manis gait hanya untuk dicemil saja.

Produk tersebut saat ini mulai sulit ditemui. Bahkan di Sangkulirang sendiri hanya tersisa dua orang wanita penggiat. Tidak hanya itu, produksi olahan pangan inipun dibina langsung oleh PKK kecamatan.

“Sekarang mulai meredup eksistensinya. Terlebih jaman dimana memiliki sajian pangan yang serba instan. Hingga mampu melengserkan makanan tradisional daerah,” terangnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan tujuan masih adanya pembuatan kudapan tersebut sebagai upaya untuk mempertahankan dan melestarikan jajanan itu. Nampaknya di daerah lain juga ada yang memproduksi, hanya saja berbeda rasa.

“Tidak hanya di Kutim, Banjarmasin atau daerah lain juga pasti ada yang seperti ini, hanya beda pembuat beda rasa,” katanya.

Secara rinci, ia memaparkan tentang Nani, salah satu pembuat gula gait. Menurutnya, perempuan itu telah kembali menggeluti usahanya sekira dua tahun lamanya. Ia juga seorang perempuan yang ingin melestarikan makanan khas dan budaya yang tersisa di kabupaten ini.

“Bu Nani itu giat mengolah bahan baku yang ia cairkan, kemudian dengan semangat dirinya menarik-narik untuk membuat bentuk yang sempurna, sehingga menyerupai kayu. Ciri khasnya memang seperti itu. Kalau sudah keras, barulah esoknya bisa langsung dimakan layaknya permen,” bebernya.

Dengan hanya merogoh kocek Rp 1000 ribu saja, pelanggan sudah bisa mencoba rasa manis gait. Tak ayal gula ini sangat digemari di kalangan anak-anak hingga dewasa.

“Rasanya hampir semua kalangan menyukainya. Bahkan daya minat terbilang tinggi. Makanan ini sudah dikenalkan kemana-mana, ke kabupaten, provinsi, malah paling jauh sudah sampai di Makkah,” pungkasnya.

Dibalik suksesnya suatu produk, ia menjelaskan sejumlah kendala. Terlebih saat musim kemarau. Menurutnya sedikit menyulitkan, mengingat hasil air dari pohon aren juga berkurang. “Kalau musim hujan baru airnya banyak, jadi meningkat pula hasilnya,” tuturnya.

Ia berharap agar pelaku usaha menengah seperti ini mendapat perhatian lebih. Mengingat minimnya hasil yang dibuat. (*)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ratusan Mahasiswa STIT Syam Diwisuda

Next Post

Karangan Kaya Potensi Wisata

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.