SEBANYAK 421 pelajar menjalani seleksi di Balai Kota, kemarin (22/10). Seleksi hafiz dan hafizah itu untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Kalsel di Tabalong, Desember mendatang.
“Untuk memotivasi mereka di program tahfiz, kami memberikan beasiswa bagi yang terpilih. Besarnya Rp1 juta per bulan selama setahun,” kata Kabag Kesra Setdako Banjarmasin, Isa Anshari.
Ada empat kategori. Untuk seleksi hafalan satu juz diikuti 115 peserta. Hafalan lima juz diikuti 50 peserta. Lalu hafalan 10-20 juz diikuti 44 peserta. Dan terakhir, hafalan 30 juz diikuti 32 orang.
Khusus untuk kategori pertama, dibatasi pada pelajar SD saja. Selebihnya boleh diikuti pelajar madrasah. Atau santri dari program tahfiz maupun pondok pesantren.
“Misalkan sudah pernah juara pada kategori satu juz, maka wajib memilih kategori lima juz. Harus ada peningkatan,” imbuhnya.
Yang lulus seleksi, disiapkan menghadapi MTQ level provinsi. Bahkan pada level nasional. “Jadi ini pencarian bibit-bibit hafiz berbakat dari Banjarmasin,” tukas Isa.
Salah satu peserta seleksi adalah Muhammad Fairuz. Bocah 9 tahun itu siswa kelas IV SD-IT Ukhuwah. Sembari menunggu giliran dipanggil juri, dia bolak-balik membuka Alquran kecil di tangannya.
Memastikan semua hafalannya telah fasih. “Saya sekarang sudah hafal juz 30 dan juz 1. Dalam setahun, kira-kira sanggup menghafal setengah juz,” ujarnya.
Fairuz mengikuti ekstrakurikuler tahfiz di sekolahnya. Ditambah guru privat yang khusus didatangkan ke rumah. “Mama yang mendorong banget saya ikut ini,” imbuhnya. (fud/at/nur/kpg)







