bontangpost.id – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 Provinsi Kalimantan Timur resmi dibuka, Sabtu (5/6/2021) malam. Kendati upacara pembukaan terbilang ini sukses, namun panitia gagal mencegah terjadinya kerumunan.
Venue utama pembukaan MTQ ke-42 dipusatkan di Gedung MTQ Bontang, Kompleks Stadion Bessai Berinta, Jalan KS Tubun. Kegiatan akbar ini dibuka sekira pukul 20.10 Wita, dan dihadiri sejumlah pejabat penting seperti Wakil Gubernur Hadi Mulyadi.
Pantauan bontangpost.id di lokasi, 30 menit sebelum upacara pembukaan, venue utama sudah dibanjiri massa. Keramaian bukan saja diciptakan oleh mereka yang secara resmi diundang menghadiri pembukaan MTQ. Pun masyarakat sekitar yang antusias atas festival keagamaan ini.
Tamu resmi pembukaan MTQ diantaranya, kafilah se-Kaltim yang jumlahnya 720 orang; dewan hakim dan tim provinsi 200 orang; serta pejabat resmi di lingkungan Pemkot Bontang. Mulai pimpinan OPD dan anggota legislatif. Tamu resmi ini duduk di tenda-tenda yang disiapkan panita.
Kehadiran masyarakat yang juga antusias akan kegiatan ini sukar dibendung. Mereka pada merangsek ke venue, dan menyemut tepat di depan garis pembatas yang dibentangkan panitia dekat podium utama.
Yang juga menarik atensi. Ketika salah satu Master of Ceremony (MC) dengan santainya memandu acara tanpa mengenakan masker. Tentu saja ini menjadi sorotan.
Menanggapi soal keramaian ini, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Bontang M Bahri mengatakan sejak awal pihaknya memang berkomitmen menjaga prokes selama gelaran MTQ. Tindakan antisipasi sudah disusun. Namun ia tak tak menyangka bila praktiknya, opening MTQ bakal seramai ini.
“Awalnya begitu (ketat prokes). Setelah berjalan ada pendapat dari teman-teman biar saja masuk asal jaga prokes,” kata Bahri ketika dikonfirmasi.
Dia tak menampik, pihaknya kewalahan menangani penumpukan massa. Atas keramaian di opening MTQ dan tidak aktifnya penerapan prokes di lokasi, ia memohon maaf kepada publik.
“Agak susah namanya juga manusia. Tapi kalau pakai masker, tidak ada yang lepas. Petugas kami juga sudah rapid dan divaksin semua,” kata dia.
Kemudian menanggapi salah seorang pemandu acara MTQ yang tidak memakai masker, Bahri mengaku belum memonitor itu. Ia baru tahu ketika awak media meminta konfirmasi.
“Jujur saya belum monitor soal itu,” tandasnya. (*)







