BEBERAPA nama digadang-gadang ikut maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Salah satunya adalah Hetifah Sjaifudian. Anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara itu juga konsisten di lima besar polling pilgub via dunia maya.
Kendati demikian, politisi Golkar itu menegaskan jika dirinya tidak memiliki ambisi untuk bertarung di kenduri demokrasi terbesar di Benua Etam tahun depan. Padahal, 48.628 suara yang diperolehnya saat pemilihan umum (pemilu) 2014 lalu, bisa menjadi modal untuk maju.
“Saya tak berambisi maju,” kata Hetifah kepada Metro Samarinda, di Gedung Nusantara I DPR/MPR Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bahkan, dia mengaku kaget gara-gara namanya masuk dalam salah satu kandidat.
“Sebenarnya saya kaget waktu nama saya masuk dalam polling bursa cawagub (calon wakil gubernur). Karena dari awal duduk kembali di DPR, saya memang tidak punya ambisi untuk ikutan pilgub. Saya mau fokus berjuang di pusat saja,” kata Hetifah.
Saat ini, kata dia, fokusnya adalah memperjuangkan tambahan kursi Kaltim di pusat. Pasalnya, sejak Kaltim dimekarkan menjadi Kaltara, jumlah kursi di Kaltim di parlemen diprediksi berkurang. Hal inilah yang terus dilakukan.
“Sampai saat ini, saya dan teman-teman lainnya (anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara, Red.) merupakan wakil dari Dapil Kaltim-Kaltara. Bukan wakil Kaltim atau Kaltara saja. Tapi dua-duanya. Karena sudah pemerkaran, nantinya Kaltara akan punya wakil sendiri. Lalu, bagaimana nasib Kaltim. Inilah yang sedang diperjuangkan,” ujar Hetifah.
Makanya, ujar dia, sama sekali tidak terbesit keinginan untuk ikut-ikutan maju di pilgub. Karena baginya, memperjuangkan daerah dari pusat juga sama pentingnya.
“Ibaratnya bagi tugas. Ada yang membangun di daerah, ada juga yang berjuang di pusat. Insya Allah saya tidak punya ambisi untuk ikut pilgub,” katanya.
Hetifah pun juga enggan berandai-andai, jika sewaktu-waktu partainya memerintahkannya untuk maju.
“Untuk saat ini saya tidak punya ambisi maju pilgub. Cuma, politik itu kan dinamis. Sewaktu-waktu bisa saja berubah. Makanya, saya tidak mau berandai-andai,” katanya.
Sebagai informasi, perang bintang diprediksi akan terjadi di Pilgub Kaltim. Beberapa nama mulai bermunculan. Ada Bupati Kukar yang juga ketua Golkar Kaltim Rita Widyasari, Wali Kota Samarinda yang juga ketua Demokrat Kaltim Syaharie Jaang, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) yang juga ketua Gerindra Kaltim Yusran Aspar, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, dan lainnya.
Golkar yang punya 13 kursi di DPRD Kaltim, dikabarkan memiliki banyak tokoh untuk diajukan. Selain Rita, ada nama mantan Wali Kota Bontang dua periode yang juga ketua Bapilu DPP Golkar Wilayah Kalimantan Andi Sofyan Hasdam, mantan Wali Kota Bontang Adi Darma, mantan Bupati Berau yang juga ketua harian Golkar Kaltim Makmur HAPK, hingga Hetifah sendiri.
Secara awam, para tokoh ini agaknya punya kans sama. Saingan terdekat Golkar, PDI Perjuangan memiliki 10 kursi. Masih kurang satu kursi untuk bisa memajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (wagub). Gerindra kemudian menguntit dengan tujuh kursi.
Dari deretan nama tersebut, Jaang sudah membuka komunikasi dengan PKB, PPP, dan Nasdem. Bila berjalan mulus, sudah cukup bagi Jaang menggenggam “tiket” menuju Pilgub. Gabungan kursi keempat partai berjumlah 12 buah. Figur lainnya, juga tak bisa dikesampingkan. Mukmin sebagai Wagub Kaltim sekarang dan Farid Wadjdy mantan Wagub Kaltim periode 2008-2013. (gun)







