BONTANG – Melalui program Community Development, Badak LNG mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Pemasangan Elektrolisa Air dan Tadah Hujan selama tiga hari di Selangan. Terhitung sejak Jumat (2/11) dan akan berakhir Ahad (4/11). Bekerja sama dengan Transformasi Cita Infrastruktur.
Di mana kegiatan ini merupakan pengembangan program yang sudah ada sebelumnya yaitu Program Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Pesisir serta melakukan pengembangan program melalui potensi wisata dengan nama program besar Selangan City. Dilanjutkan melakukan pengecatan dan perbaikan guna memperindah Selangan.
Manager Media, CSR & External Relation Badak LNG, Bambang Eko Wibisono dalam sambutannya mengatakan salah satu kebutuhan dasar pengembangan wisata adalah ketersediaan air bersih. Oleh karena itu untuk mendukung pengembangan wisata Selangan, Badak LNG memberikan bantuan pipanisasi air yang berlokasi di Lok Tunggul agar mempermudah akses air bersih bagi warga.
Namun karena debit air yang terbatas, mengakibatkan pemenuhan kebutuhan air bersih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Mengatasi permasalahan itu, Badak LNG memfasilitasi pembuatan alat penampung air hujan dan elektrolisa air. Elektrolisa air adalah metode pengolahan air hujan melalui penyetruman sehingga dihasilkan air bersifat basa dan mengandung oksigen lebih banyak.
Lanjut Bambang, sebagai tahap pertama dari kegiatan ini, bantuan instalasi air bersih akan diletakkan di 5 titik fasilitas umum. Yaitu sekolah, masjid, posyandu, balai pertemuan umum, dan pondok wisata Selangan. “Saya harap ke depannya fasilitas ini akan bermanfaat bagi warga Selangan. Serta dapat mendukung pengembangan Selangan menjadi tempat wisata. Saya juga berharap dukungan dari masyarakat dan stakeholder terkait agar mendukung sepenuhnya program ini,” ucap dia.
Setelah dilakukan pengujian kadar total zat padat terlarut (Total Disolved Solids/TDS) pada air sumur di Selangan, hasil menunjukkan kadar TDS air sumur tersebut mencapai 801 ppm. Sementara itu, hasil pengujian TDS pada air hujan di Selangan hanya mengandung kadar TDS sebanyak 15 ppm. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, kadar TDS maksimum pada air minum yang layak dikonsumsi adalah sebanyak 500 ppm.
“Berdasarkan acuan tersebut, pada dasarnya air sumur di Selangan yang biasa digunakan sebagai air minum oleh warga belum memenuhi standar kelayakan. Sebaliknya, tampungan air hujan memiliki kadar TDS jauh lebih rendah dan lebih layak konsumsi. Melalui teknologi elektrolisa, air hujan dapat diolah menjadi lebih layak konsumsi dan multiguna dengan cara mengatur kadar pH air,” tambah dia.
Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk perhatian Badak LNG terhadap masyarakat serta mendukung program pemerintah. Menyediakan akses kebutuhan air bersih bagi masyarakat serta pengembangan potensi pariwasata di kota Bontang. (ra/adv)







