BONTANGPOST.ID, Bontang – Badak LNG menggelar simulasi keadaan darurat (Major Emergency Exercise) di area Kilang Badak LNG, Jumat (17/4/2026).
Simulasi dimulai pukul 08.17 dengan dibunyikannya sirene darurat yang terdengar di seluruh area perusahaan. Skenario latihan menggambarkan kebakaran di area Loading Dock 1 akibat kebocoran LNG pada flange katup utama salah satu loading arm yang kemudian tersulut api.
Dalam simulasi tersebut, dua pekerja maintenance digambarkan mengalami luka bakar tingkat dua pada bagian tangan dan dada. Sementara itu, seorang pekerja housekeeping di area tower mengalami gangguan pernapasan akibat asap tebal hingga pingsan dan mengalami henti jantung.
Tim Tanggap Kebakaran (Fire Rescue Team) segera dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Petugas mengaktifkan monitor air pemadam jarak jauh serta menyiapkan sistem dry chemical guna memadamkan api.
Sekitar 45 menit setelah kejadian, api berhasil dipadamkan tanpa eskalasi lebih lanjut. Tim evakuasi dan medis kemudian melakukan penanganan korban, termasuk proses penyelamatan pekerja di atas tower menggunakan teknik vertical rescue.
Pada pukul 09.33, setelah dipastikan tidak ada kebocoran lanjutan, status all clear diumumkan dan operasional kilang kembali berjalan normal.
Director & Chief Operating Officer Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho, mengatakan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pekerja dalam menghadapi kondisi darurat.
“Sebagai perusahaan dengan risiko tinggi, latihan ini penting untuk memastikan seluruh prosedur berjalan optimal. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga kegiatan ini berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Sebagai objek vital nasional, Kilang Badak LNG dituntut untuk selalu beroperasi secara aman. Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawab dalam menjaga keselamatan serta keamanan operasional. (*)







