• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Elpiji Melon Belum Tepat Sasaran

by BontangPost
5 Desember 2018, 15:20
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
BERI KETERANGAN: Tiga narasumber dari Pertamina Pusat menyampaikan materi terkait distribusi elpiji melon.(Dhedy/Sangatta Post)

BERI KETERANGAN: Tiga narasumber dari Pertamina Pusat menyampaikan materi terkait distribusi elpiji melon.(Dhedy/Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

DENPASAR – Ternyata ada beberapa sebab terjadinya kelangkaan gas elpiji tiga kilogram atau yang akrab disebut elpiji melon di beberapa daerah termasuk Kutim. Salah satunya lantaran elpiji melon digunakan oleh orang yang tidak berhak.

Hal ini diungkapkan Eviyanti Rofraida, Manager Internal Communication Pertamina (Persero) bersama Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf. Kata dia, di antara penyebab kelangkaan gas melon disebabkan terbatasnya kuota untuk semua daerah. Lantas karena meningkatnya pemakaian warga dan digunakan oleh orang yang bukan haknya. Seperti usaha peternakan, warung, dan lainnya.

Padahal, jenis-jenis usaha tersebut biasanya merupakan golongan mampu. Secara aturan, elpiji melon yang merupakan elpiji bersubsidi hanya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah. “Belum lagi karena faktor lainnya seperti menyambut hari besar. Seperti lebaran dan tahun baru. Ini merupakan hal yang natural saja,” ujar Evi dalam Media Gathering PT Pertamina EP di Bali, Rabu (28/11) lalu.

Baca Juga:  TK2D Ancam Gelar Demo 

Dijelaskan, adanya pembatasan kuota lantaran elpiji tiga kilogram merupakan produk bersubdisi. Sehingga hanya diberikan sesuai dengan kebutuhan warga setempat. Jika ada yang berlebih, maka Pertamina tak memberikan jaminan terkait hal tersebut. Kecuali adanya permintaan khusus dari pemerintah setempat.

“Yang saya tahu, banyak yang digunakan untuk peternakan. Memanaskan ternak. Kan mereka mampu. Seharusnya tak menggunakan gas tiga kilogram,” sebutnya.

Menurut Eviyanti, ada beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut. Pertama pada saat pendistribusian dilakukan pengawasan ketat. Dan pemerintah setempat membuat kebijakan terkait hal ini. “Saat didistribusikan, ditertibkan. Terpenting ada pengawasan oleh semua pihak. Baik dari Pertamina setempat dan pemerintah,” imbuhnya.

Hal ini rupanya sudah dilakukan Pemkab Kutim, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim. Pemkab sudah memberikan imbauan kepada masyarakat mampu agar tak menggunakan elpiji tiga kilo. Jika tertangkap tangan, maka sanksi yang diberikan terbilang berat.

Baca Juga:  Percepat Pelayanan Gawat Darurat 

“Kami sudah lakukan imbauan. Tetapi ada saja yang masih melakukan. Jika tertangkap, kami tutup warungnya,” kata Kasi Dalam Negeri,  Dony Afriadi. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Elpiji MelonSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Aeromodeling Kutim  Sumbang 10 Medali

Next Post

Pekerjaan Proyek Bikin Air Keruh

Related Posts

Mulai Pertengahan Tahun, Orang Kaya Tak Boleh Beli LPG 3 Kg
Nasional

Mulai Pertengahan Tahun, Orang Kaya Tak Boleh Beli LPG 3 Kg

16 Januari 2020, 12:30
Ramadan, Kuota Gas Melon Ditambah
Bontang

Dijatah 5 Ribu Tabung, Pemkot Jamin Stok Elpiji 3 Kg Aman Selama Ramadan

6 Mei 2019, 13:35
Susah Dicari, Ternyata Gas Melon Tak Dikirim Tiap Hari
Bontang

Susah Dicari, Ternyata Gas Melon Tak Dikirim Tiap Hari

12 Maret 2019, 21:00
Kuota Gas Bontang Ditambah 5.040 Tabung
Bontang

Elpiji Melon Langka Lagi

11 Maret 2019, 14:33
Empat Sumur PDAM Rusak
Nasional

Pemerintah Akan Batasi Elpiji Melon, Sekeluarga Dijatah Tiga Tabung Sebulan

8 Maret 2019, 13:30
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.