• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Bisnis Mal Masih Merangkak Naik, Tenant Nasional Belum Lirik Kaltim

by M Zulfikar Akbar
27 Maret 2019, 16:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
WAIT AND SEE: Saat ini traffic di Plaza Balikpapan saat weekdays mencapai 23 ribu jiwa per hari. Naik dari tahun lalu yang hanya 18 ribu jiwa. Namun, pertumbuhan ini masih sulit untuk menarik tenant untuk masuk ke Kaltim.DOKUMEN/KALTIM POST

WAIT AND SEE: Saat ini traffic di Plaza Balikpapan saat weekdays mencapai 23 ribu jiwa per hari. Naik dari tahun lalu yang hanya 18 ribu jiwa. Namun, pertumbuhan ini masih sulit untuk menarik tenant untuk masuk ke Kaltim.DOKUMEN/KALTIM POST

Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN- Bisnis mal di Bumi Etam masih belum menarik di mata investor. Ini terlihat dari sulitnya tenant nasional diajak masuk ke Kaltim. Dampak anjloknya bisnis batu bara beberapa tahun lalu disebut menjadi masalah utamanya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adriyanto menyatakan, meski bisnis mal di Kaltim ini mulai menunjukkan pergerakan positif, tak lantas mampu menarik minat investor atau tenant besar masuk.

“Saya pribadi mengakuinya. Sulit sekali sekarang mengajak tenant masuk. Alasan mereka masih menunggu. Kalau pun mau, itu harus franchise. Banyak tenant nasional yang masuk ke Balikpapan ini franchise. Harga untuk satu brand biasanya Rp 12-15 miliar paling murah,” tuturnya ditemui di Plaza Balikpapan, Selasa (26/3).

Ia menjelaskan, ketika era berjayanya batu bara, Kaltim sangat menarik di mata investor. Khususnya yang bergerak di bidang bisnis mal. Tidak heran dulu banyak tenant yang mau masuk. Dan sekarang justru satu per satu tenant mulai angkat kaki.

Seperti Farmers Market, kinerja penjualannya ia sebutkan pada 2012 mampu tumbuh di atas 30 persen. Namun ketika anjlok, supermarket tersebut belum mampu menuju kinerja seperti saat era emas batu bara. “Ya tumbuh tapi hanya bisa mencapai 20 persen,” bebernya.

Bahkan, banyak mal yang memilih menerapkan biaya sewa gratis di Kaltim ini. Hal itu untuk menarik investor. Tapi tetap saja masih belum mampu menghasilkan hal positif. “Kita tahu, dulu orang membelanjakan uang mereka cukup kencang. Sekarang lebih banyak yang menahan, beli seperlunya dulu,” kata Aries.

Adapun indikator tenant nasional mau langsung masuk ke suatu daerah atau ke Kaltim, dilihat dari berapa jumlah penduduk dan kondisi daya belinya bagaimana. Kalau di Balikpapan, daya beli sudah membaik, hanya populasinya tidak cukup banyak. Kalau Samarinda, populasi banyak namun daya beli masih belum membaik.

Ia mengungkapkan, sejatinya dari sisi traffic mal yang ia kelola tumbuh positif. Weekdays tahun lalu sekitar 18 ribu jiwa, sekarang 23 ribu jiwa per hari. Kemudian, weekend sekarang 48 ribu jiwa. “Dan Balikpapan ini masih menjadi pusatnya Kaltim. Orang-orang daerah banyak yang datang ke Balikpapan di hari libur,” ungkapnya.

Kemungkinan bisa menarik tenant masuk, ketika apartemen Borneo Bay sudah beroperasi. Kemudian, tenant masih wait and see, melihat hasil pemilu. Pasca-pemilu, satu tahun mereka melihat bagaimana traffic di mal. Baru mereka mulai berani. “Kalau di Kaltim sekarang ini masih merangkak naik. Belum kembali di masa kejayaan,” serunya.

Store General Manager Hypermart Balikpapan M Khadafi menuturkan, kalau dibandingkan masa jayanya batu bara, pihaknya masih belum bisa kembali ke kinerja kala itu. “Orang dulu membeli tanpa berpikir panjang. Sekarang beli secukupnya, apa yang habis ya dibeli. Kalau dulu dilihat menarik bisa dibeli,” tuturnya.

Dari sisi bucket size mengalami penurunan jika dibanding ketika emas hitam di puncak. “Kalau per tahun ada peningkatan tipis, tapi masih belum bisa mencapai waktu dulu,” pungkasnya. (aji/ndu/k15/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: mal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Indonesia pun Punya Wakil untuk Memantau Pemilu Thailand 2019

Next Post

Target Tarik 51 Ribu Wisman, Berharap Hadirnya Rute Balikpapan-Tiongkok

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.