• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Di Kota Ini, Pasien Anak Kecanduan Ponsel Meningkat

by M Zulfikar Akbar
18 Oktober 2019, 09:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Kasus kecanduan ponsel pada anak-anak terus meningkat. Di Poliklinik Jiwa Anak dan Remaja RSUD dr Soetomo, terjadi kenaikan signifikan pasien anak yang dinilai terlalu lekat dengan ponsel mereka. Sebelumnya, poli tersebut hanya menerima pasien baru 1–2 anak setiap minggu. Tetapi per Juni 2019, setiap hari datang 2–3 anak.

Menurut dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD dr Soetomo dr Yunias Setiawati SpKJ (K), para pasien tersebut datang bersama orang tua mereka. Orang tua mengeluhkan nilai anak-anaknya di sekolah yang merosot. Dugaan para orang tua itu, sang buah hati terlalu ”cinta” sama ponselnya.

Para pasien cilik itu datang dalam beragam kondisi. Misalnya, anak-anak yang sudah dalam kondisi adiksi akan malas melakukan hal-hal lain, termasuk belajar. Yunias mencontohkan salah satu pasien yang masih berusia 13 tahun Bocah lelaki itu malas-malasan belajar dan lebih memilih main HP. Hasilnya, nilai pelajaran sekolahnya merosot.

Ada pula pasien yang merupakan siswa kelas IX SMP. Dia kecanduan ponsel hingga memengaruhi tingkah lakunya. Perubahan tingkah laku tersebut berpengaruh pada tindakannya di sekolah. ”Dia sering uring-uringan hingga gampang terpicu dan berkelahi di sekolah,” terang Yunias.

Kisah berbeda dituturkan Bobbin Nila Prasanta Yudha. Keponakannya yang berusia 16 tahun disebutnya tidak bisa lepas dari HP. ”Dia menggunakan ponsel tersebut untuk bermain game online. Bisa sampai 3–4 jam nongkrong di warkop untuk wifi-an,” kata Boni, sapaan Bobbin.

Kalau tidak diingatkan untuk pulang, keponakannya akan terus bermain ponsel di warkop. Selain itu, warga Karah tersebut mengungkapkan, keponakannya kerap tidak memperhatikan jika diajak berbincang oleh orang lain. Juga cuek dengan pelajaran sekolah. ”Saya baru saja dapat kabar kalau dia sudah tidak meneruskan sekolah lagi,” papar Boni.

Yunias menyebutkan, kecanduan ponsel pada anak paling banyak dialami usia 8–17 tahun. Biasanya, mereka menggunakan ponsel untuk game, media sosial, atau menonton video.

Ada yang sudah terkategori obsesif kompulsif. Yakni, gangguan yang ditandai dengan pikiran negatif yang membuat orang merasa cemas, takut, dan khawatir jika tidak menggunakan ponsel. Sebagian besar pasien di RSUD dr Soetomo mengalami hal tersebut.

Sementara itu, ada juga yang telah mengalami gangguan pengendalian impuls. Yaitu, tidak bisa menghentikan keinginan menggunakan ponsel. Menurut Yunias, kasus itulah yang banyak terjadi. ”Jika setiap hari ada tiga pasien yang datang, dua di antaranya sudah mengalami gangguan pengendalian impuls,” jelasnya.

Grafis: Jawa Pos

Anak laki-laki paling banyak mengalami kecanduan ponsel daripada perempuan. Itu tergambar dari para pasien yang dirawat jalan di Poliklinik Jiwa Anak dan Remaja RSUD dr Soetomo. ”Laki-laki lebih sering mengalami kecanduan hingga perubahan tingkah laku bila dilarang menggunakan ponsel. Karena itu, laki-laki jika dibatasi keinginannya akan lebih ekspresif. Mereka cenderung meledak-ledak,” papar Yunias.

Untuk penanganannya, anak yang lebih agresif perlu diberi terapi obat-obatan. Selanjutnya, pasien mendapatkan modifikasi perilaku. Contohnya, membuat kesepakatan antara orang tua dan anak soal penggunaan ponsel. ”Misalnya, mengurangi durasi bermain ponsel. Seharusnya, anak-anak atau remaja tidak boleh menggunakan ponsel lebih dari dua jam per hari,” papar Yunias. Atau bisa juga memberikan batasan bahwa anak hanya bisa bermain ponsel saat akhir pekan.

Awalnya pasti sulit. Namun, hal itu tentunya harus dipaksa agar tidak semakin parah. Sebab, jika kondisinya sudah parah, pengobatan akan semakin susah. ”Pada dua minggu pertama pengobatan, anak akan mulai patuh. Sedangkan butuh waktu dua sampai tiga bulan untuk bisa lepas dari ponsel. Itu pun jika modifikasi perubahan perilakunya dilakukan setiap hari,” tegas Yunias.  (jpc)

—

Ciri Anak Kecanduan Handphone

– Bermain HP 6–8 jam per hari.

– Merasa cemas jika sebentar saja tidak memainkan HP.

– Bisa sampai mengamuk bila dilarang menggunakan HP.

– Kehilangan ketertarikan dengan dunia luar.

– Berbohong kepada orang tua mengenai lama penggunaan ponsel.

– Tidak merespons orang tua yang menyapanya.

Tags: kecanduan ponsel
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pekan Budaya dan Kuliner Nusantara Resmi Dibuka, Neni Ajak Warga Cintai Budaya

Next Post

Kontraktor Bontang yang Terjaring KPK Kerap Menangi Tender dari Pusat

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.