• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kecanduan Game, Ratusan Anak Dirujuk ke Rumah Sakit

by Redaksi Bontang Post
10 November 2019, 16:01
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

INI perhatian serius bagi para orangtua terhadap anak-anaknya. Rumah sakit di Balikpapan akhir-akhir ini kebanjiran pasien sakit mata di usia dini. Hal ini dipicu anak-anak usia dini kecanduan memainkan gadget sehingga matanya menjadi sakit dan perih serta pandangan mulai berkurang.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi SE disela acara di Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah, Kamis (7/11/2019) pagi. Dia mengatakan adanya 120 orang anak yang dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) lantaran mengeluhkan sakit mata akibat bermain gadget.

“Ini sangat mengkhawatirkan dan disayangkan. Mohon bagi bapak ibu untuk selalu dijaga anaknya, dibatasi main gadgetnya, karena kasihan anak kita,” kata Rizal.

Dikonfirmasi, Dokter Spesialis Mata di RSPB, dr Lilik Sujarwati SpM membenarkan adanya kunjungan pasien yang meningkat dari sebelumnya terkait keluhan sakit mata pada anak-anak. Dirinya yang menangani langsung pun mengakui trend keluhan sakit mata semakin tinggi sejak anak-anak kecanduan bermain gadget.

“Kalau sebulan, ada seratusan (kunjungan) anak-anak kecil itu. Sehari kunjungannya aja 50 anak, kalau weekend sampai 90an anak. Mereka keluhannya Computer Vision Syndrome (CVS). Kalau sebulan itu cukup banyak ya, apalagi setahun ini,” sebut Lilik dihubungi media ini, kemarin.

Lilik menyayangkan pola asuh saat ini yang membiarkan anak-anak usia dini sudah memegang gadget dan membiarkan untuk mengkonsumsinya mentah-mentah dengan alasan agar sang anak tidak rewel. Padahal gadget tersebut akan merusak motoriknya dan penglihatannya. Efeknya mata sang anak bisa berkurang penglihatannya hingga akhirnya mengalami Computer Vision Syndrome (CVS).

“Karena kebanyakan orangtua ini supaya nggak mau ribet ya dikasih gadget supaya diem. Tapi kadang berlebihan jadi anak asyik sendiri. Jadi keluhannya anak itu matanya jadi sakit karena melihat terlalu dekat. Efeknya itu gangguan refreaksi, anak itu butuh kacamata, jadi kemampuan bacanya itu nggak sampai 100 persen. Cuma 70 persen bahkan ada yang sampai 40 persen,” ungkapnya.

Memang tidak hanya anak-anak saja yang menjadi pasien Lilik, melainkan orang dewasa yang mengalami hal serupa lantaran kecanduan bermain gadget. Sebab era saat ini siapapun telah memiliki gadget dan dengan mudah mengoperasikannya.

Adapun cara penanganan dan pencegahan terhadap penyakit mata akibat gadget ini menurut Lilik yakni pola bermain gadget harus lebih diatur. Dia mengatakan pola 20-20 merupakan pola yang pas agar mata terus terjaga kesehatannya meskipun kita sering bermain gadget.

“Kalau memang dia ada gangguan itu ya dikoreksi dengan kacamata sesuai ukuran, terus dikasih obat tetes mata biar matanya segar dan tidak mudah capek. Kemudian ada aturannya main gadget itu 20-20. Jadi 20 menit kita main gadget, 20 detik kita istirahatkan mata dari jarak pandang yang dekat. Misalnya selesai main gadget selama 20 menit, itu stop lalu lihatlah pandangan yang jauh-jauh minimal enam meter. Boleh melamun tapi jangan lihat yang dekat, karena mata itu kan pegal, dia butuh istirahat. Dengan melihat yang jauh mata itu bisa kembali segar,” terangnya.

Selain itu Lilik mengimbau kepada orangtua agar menerapkan pola bermain gadget anak saat di rumah dengan sebaik mungkin.

“Kalau saya pola nya itu anak jangan dikasih gadget dulu bagi yang masih usia dini. Ada pola nya, misalnya hari Senin sampai Jumat itu nggak boleh dipegangi gadget, tapi kalau weekend nggak masalah karena kan weekend juga. Jadi hari Senin sampai Jumat itu biar motoriknya yang bermain,” pungkasnya. (yad/ono/prokal)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rangkaian Acara HUT Ke-42 Pupuk Kaltim, Tim Opsi dan Gawil 9 Juarai Fun Badminton

Next Post

APT Pranoto Tutup 20 Hari, Terbang Lagi Lewat Bandara Sepinggan

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.