• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Diberi Makan Biskuit, Bayi 3 Bulan Ini Muntah Darah

by M Zulfikar Akbar
12 Desember 2019, 06:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (suara.com)

Ilustrasi. (suara.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Kejadian bayi tersedak makanan padat beberapa waktu lalu tak hanya terjadi di Jakarta. Di Kota Taman, kejadian serupa pun terjadi.

Mawar (nama samaran) bersama suaminya terkejut melihat cairan berwarna merah keluar dari mulut bayinya yang berumur 3 bulan. Hal itu membuat kedua pasutri ini langsung bergegas membawa anak pertamanya ke rumah sakit. Dari hasil diagnosa, rumah sakit menduga ada gejala alergi di perut bayinya tersebut. Bayinya pun mendapat penanganan lebih lanjut oleh dokter.

Mawar mengakui, hal itu atas kesalahan asupan makanan yang diberikan kepada anaknya seminggu terakhir. Dia telah memberikan sebuah biskuit yang dicampurkan dengan susu bayi.

“Saya berikan ini waktu itu dia rewel. Karena lihat anaknya kalau saya lagi makan, mulut dia (bayi) kayak pengin makan juga,” ujarnya sambil mempraktikkan mulut bayinya mengunyah.

Baca Juga:  Klinik Ortopedi RSUD Bontang Tutup Sementara, Ini Jadwal Lengkap Layanan

Peristiwa tersebut dijadikan pasutri ini sebagai pengalaman yang berharga, untuk ke depan tidak lagi memberikan makanan yang keras kepada anak yang belum genap berumur 6 bulan. Melainkan meminumkan air susu ibu (ASI) eksklusif atau susu bayi. Agar pertumbuhan anaknya lebih baik.

“Saya trauma, saya bakal lebih hati-hati lagi nanti memberikan makanan,” katanya.

Sementara, dokter spesialis anak RSUD Taman Husada Bontang, Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari saat ditemui memaparkan, pasien yang ditanganinya ini sempat sebanyak empat kali muntah darah. Bahkan, hemoglobinnya mengalami penurunan hingga 8,7 g/dL. Normalnya adalah 10-12 g/dL.

Sekadar informasi, hemoglobin adalah protein yang berada dalam sel darah merah. Fungsi hemoglobin yaitu membawa oksigen ke seluruh tubuh, tepatnya untuk organ dan jaringan tubuh. Kandungan oksigen yang terikat dengan hemoglobin pada sel darah yang membuat darah menjadi berwarna merah.

Baca Juga:  Tahap Dua Rampung, Poliklinik Rawat Jalan RSUD Dilanjutkan Tahun Depan

Mengatasi penurunan kadar hemoglobin itu, lanjut Dokter Putri, petugas medis bertindak cepat dengan menghentikan pendarahan. Sementara untuk menaikkan hemoglobin, diberikan transfusi darah. Selain itu juga ditambah obat-obatan.

“Setelah kami observasi pendarahannya berhenti. Karena memang pemicunya tidak ada yang masuk,” paparnya.

Pendarahan hebat, kata perempuan berhijab ini, lantaran asupan makanan yang keras, sehingga membuat ususnya yang masih lemah terluka. Sebab itu, dia mewajibkan kepada para orang tua hanya memberikan ASI eksklusif atau susu bayi kepada anak yang masih berumur di bawah 6 bulan.

“Kalau sebelum usia 6 bulan sebaiknya tidak diberikan makanan padat. Mau dihaluskan, mau diapakan. Anak di bawah 6 bulan bagus diberikan ASI eksklusif, itu paling bagus,” tegasnya.

Jika sudah 6 bulan pun, katanya, posisi memberikan makan yang baik adalah tidak tertidur. Melainkan posisi duduk dan kepala atau leher tegak agar makanan lancar masuk. “Tidak enakkan makan sambil tidur,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Covid 19 Melandai, RSUD Bontang Alih Fungsi Ruang Isolasi jadi Ruang Anggrek

Konsekuensinya jika masih memaksakan anak di bawah 6 bulan makan makanan padat, ke depan anak bisa saja mengalami gangguan usus hingga kanker usus.

“Itu kan usus dipaksakan bekerja sebelum waktunya,” katanya.

Sebelumnya, seorang bayi berusia 2 bulan di Jakarta Barat tewas setelah diberi makan pisang oleh ibu kandungnya sendiri. Bayi tersebut diduga tersedak dan mengalami kesulitan bernapas.Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, nyawa bayi tidak tertolong. (zaenul)

Tags: bayibayi tersedakmuntah darahrsud bontangrsud taman husada
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berbas Pantai Juara Voli Ceria Putri Pupuk Kaltim

Next Post

Masuk Musim Hujan, Ini 8 Manfaat Konsumsi Jahe Untuk Kesehatan

Related Posts

Bontang Terima Rp13 Miliar dari Kemenkes, Gedung C RSUD Taman Husada Belum Disetujui
Bontang

Bontang Terima Rp13 Miliar dari Kemenkes, Gedung C RSUD Taman Husada Belum Disetujui

27 Oktober 2026, 11:30
RSUD Taman Husada Bontang Butuh Rp500 Miliar untuk Bangun Gedung C
Bontang

RSUD Taman Husada Bontang Butuh Rp500 Miliar untuk Bangun Gedung C

15 Oktober 2026, 13:00
Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub
Bontang

Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub

29 September 2026, 13:00
Retribusi Parkir RSUD Taman Husada Bontang Diundur, Berlaku Mulai 1 September
Bontang

Retribusi Parkir RSUD Taman Husada Bontang Diundur, Berlaku Mulai 1 September

7 Agustus 2026, 09:00
RSUD Taman Husada Matangkan Retribusi Parkir, Pasien dan Karyawan Dipastikan Gratis
Bontang

RSUD Taman Husada Matangkan Retribusi Parkir, Pasien dan Karyawan Dipastikan Gratis

24 Juli 2026, 10:30
Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK, Parkir RSUD Bontang Resmi Berbayar Mulai Agustus
Bontang

Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK, Parkir RSUD Bontang Resmi Berbayar Mulai Agustus

8 Juli 2026, 08:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.