• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Thailand Mencekam 17 Jam, Tentara Depresi Tebar Peluru, 26 Orang Tewas

by M Zulfikar Akbar
10 Februari 2020, 19:30
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Horor 17 Jam 1 750x500

Tim Forensik mencari bukti di lokasi penembakan. (Wason Wanichakorn/AP Photo)

Share on FacebookShare on Twitter

Tok tok tok… Suara ketukan di pintu toilet itu membuat dada Chanathip Somsakul berdegup kencang. Saat itu Chanathip dan beberapa orang lain sedang bersembunyi di toilet yang berada di lantai 4 mal Terminal 21. Mereka bersembunyi dari tentara yang berkeliaran menembaki pengunjung mal.

”Seorang perempuan tanya siapa yang mengetuk. Tapi, tak ada jawaban,” ungkap guru musik itu kepada Agence France-Presse. Pada akhirnya, mereka sepakat tak membuka pintu toilet. Mereka sudah susah payah menjebol salah satu pintu bilik dan menggunakannya sebagai pengganjal. Kalau ternyata yang di balik pintu adalah sang penembak, hidup mereka pasti tamat.

Perempuan 33 tahun itu cukup beruntung. Dia sedang makan di mal Terminal 21 bersama keluarga saat tembakan beruntun terdengar. ”Kebetulan teman saya bekerja di mal itu. Dia meminta petugas melihat lokasi penembak melalui CCTV dan menyampaikan informasi itu ke kami,” jelas Chanathip.

Pengunjung lain tak seberuntung dia. Ada yang harus bersembunyi di bawah meja restoran, ruang persediaan toko, bahkan dalam lemari. Mereka tak tahu siapa yang mereka hadapi. Tapi, mereka tahu bahwa penembak hari itu sangat menakutkan.

Baca Juga:  Final AFF Cup U-22, Indonesia Siap Antisipasi Solidnya Pertahanan Thailand

”Kejadian ini seperti film Hollywood. Tembakan meluncur tanpa henti,” ujar Mayor Jenderal Jirapob Puridet, ketua tim yang ditunjuk menangani kasus itu, kepada CNN.

Yang datang meneror pusat perbelanjaan di Kota Nakhon Ratchasima alias Korat memang bukan orang biasa. Dia adalah Letnan Satu Jakrapanth Thomma dari 22nd Ammunition Battalion. Jakrapanth datang ke pusat perbelanjaan itu pada Sabtu sore dan menembaki pengunjung yang dia temui.

Menembak acak tidak berarti menembak sembarangan. Diaw, salah seorang pengunjung yang berhasil kabur, mengatakan bahwa si penembak selalu membidik kepala korban. ”Dia menembak ke segala arah, tapi tembakannya sangat akurat,” ujar dia kepada Amarin TV.

Selama 17 jam, prajurit tersebut berhasil menduduki pusat perbelanjaan di Distrik Muang itu. Dia sempat bertahan di lantai 4 dengan menyandera beberapa pengunjung mal. Yang membuat aparat khawatir adalah peralatan yang dibawa.

Baca Juga:  Indonesia pun Punya Wakil untuk Memantau Pemilu Thailand 2019

Aksi Jakrapanth sebenarnya bermula jauh dari pusat keramaian Korat. Lebih tepatnya di Suatham Phithak Military Camp. Sore itu dia membunuh atasannya, Anantharot Krasae, lalu mengambil satu senapan mesin beserta 800 amunisi dari gudang senjata.

”Ini bukan kelalaian. Tentara tak mungkin meninggalkan gudang senjata tanpa penjaga,” ucap Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha. Menurut Prayut, Jakrapanth merupakan tentara yang cakap. Terutama dalam aspek senjata. Pria 33 tahun itu pernah memenangi beberapa kompetisi menembak.

Keterampilan khusus yang disertai dengan ratusan peluru membuat penembak masal itu sangat berbahaya. Salah seorang personel dalam kelompok pertama yang berusaha melumpuhkan Jakrapanth justru meninggal. Jakrapanth juga melukai tiga petugas lainnya.

Secara total, tembakannya membunuh 26 orang dan melukai 57 lainnya. Sebanyak 12 korban luka harus menjalani operasi di rumah sakit dengan dua di antaranya melalui operasi otak.

Baca Juga:  Final AFF Cup U-22, Indonesia Siap Antisipasi Solidnya Pertahanan Thailand

Pada akhirnya, Jakrapanth dapat dilumpuhkan dengan peluru tajam. Kepala Crime Suppression Division Kepolisian Thailand Jirabhob Bhuridej mengatakan, Jakrapanth ditembak mati pukul 09.00. Mereka terpaksa mengambil langkah tersebut setelah mendapat kabar beberapa pengunjung terjebak di ruang pendingin.

”Mereka menyampaikan bahwa level oksigen di sana sangat rendah dan mereka mulai susah bernapas,” papar Puridet.

Sebelumnya, aparat sudah berupaya membujuk Jakrapanth agar menyerah. Mereka sampai memanggil ibu kandungnya untuk ikut bicara. Namun, sang ibu pun menyerah sambil menjelaskan bahwa anaknya mengalami depresi dan gampang marah.

Jakrapanth sempat mem-posting beberapa unggahan di akun Facebook-nya. Salah satunya mengatakan bahwa dia sudah tak kuat lagi menarik pelatuk senapan. Dia juga sempat meminta saran apakah perlu menyerah. ”Pada akhirnya, polisi berhasil menyelamatkan delapan sandera yang sedang ditawan. Beberapa memang terluka,” ujar salah seorang petugas yang meminta identitasnya dirahasiakan. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Jawa Pos
Tags: teror penembakanthailand
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kecanduan Gim, Remaja di Bawah Umur Jadi Otak Pencurian

Next Post

Diskop UKMP Sebut Data Pedagang dan Lapak Pasar Baru Seimbang

Related Posts

Indonesia pun Punya Wakil untuk Memantau Pemilu Thailand 2019
Feature

Indonesia pun Punya Wakil untuk Memantau Pemilu Thailand 2019

27 Maret 2019, 15:30
Final AFF Cup U-22, Indonesia Siap Antisipasi Solidnya Pertahanan Thailand
Olahraga

Final AFF Cup U-22, Indonesia Siap Antisipasi Solidnya Pertahanan Thailand

26 Februari 2019, 16:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.