bontangpost.id – Tim gabungan yang dipimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang kembali menggelar razia masker, Sabtu (12/9/2020) malam. Dalam razia kali ini, sebanyak 50 orang pelanggar berhasil dijaring.
Razia dimulai sekira pukul 20.00 Wita. Tim dibagi dua. Berdasarkan wilayah penyisiran. Tim A memulai penyisiran dari pusat perbelanjaan Ramayana, menuju Jalan Letjen Suprapto. Menyusuri kafe-kafe di bilangan Jalan DI Panjaitan. Tim B melakukan penyusuran sepanjang bilangan Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api. Menyuri Jalan Kapten Pierre Tandean, Bontang Kuala.
Kata Sekretaris Satpol PP Bontang Sutrisno, dalam razia kali ini pelanggar protokol terbilang banyak. Setiap pelanggar didata identitasnya. Mulai nama, alamat, dan nomor ponsel. Setelahnya sanksi protokol dikenakan. Bagi pelanggar berusia muda dan laki-laki, dipakaikan kalung orange bertuliskan “Pelanggar Protokol”. Kemudian diminta push up. Rata-rata 10-20 kali. Sementara pelanggar perempuan dan mereka yang berusia tua, dikenakan kalung sama namun tidak diminta lakukan aktivitas fisik. Tapi membaca sumpah taat protokol.
Dalam razia ini, beberapa kali petugas menemukan pelanggar yang sebelumnya sudah kena sanksi. Di sini mereka kena teguran keras dan kena sanksi aktivitas fisik. Pun diancam bakal ditingkatkan sanksinya bila dalam razia selanjutnya masih abai protokol.
“Paling banyak pelanggar anak muda. Di situ kami agak miris,” ujar Sutrisno.
Bukan cuma tidak pakai masker. Di lapangan, tim gabungan juga menemukan banyak kafe yang menjalani protokol kesehatan setengah hati. Di satu sisi menyediakan cairan pencuci tangan dan hand sanitizer tepat sebelum memasuki kafe. Namun ketika berada di dalamnya, jarak antar bangku tidak dijaga. Ini dinilai menciptakan kerumunan.
Melihat itu, Satpol PP langsung memberi ultimatum kepada pengelola kafe. Paling lambat Senin (14/9/2020) surat teguran dilayangkan. Bila setelahnya masih juga abai protokol, izin usaha terancam dicabut.
“Ini banyak sekali melanggar. Entah karena malas, atau karena tidak sadar pentingnya memakai masker untuk kebaikan bersama,” ujar Sutrisno disela kegiatan.
Razia usai sekira pukul 22.10 Wita. Kata Sutrisno, kegiatan serupa bakal tetap digelar. Dengan sasaran lokasi berbeda. Namun pihaknya enggan membeber lokasi razia. Agar ketika tim turun, kondisi riil masyarakat diketahui. Taat mengenakan masker karena kesadaran diri, atau pakai masker karena takut kena razia.
“Giat ini terus digelar. Sebarannya tidak kami beber dulu,” pungkasnya. (*)

