BOGOR – Kekalahan 5-1 atas Arema FC di final Piala Presiden 2017 memang menyesakkan. Namun, Pusamania Borneo FC (PBFC) II dibentuk khusus untuk mengikuti Piala Presiden 2017. Pembentukan tim kedua memungkinkan skuat utama fokus persiapan Liga 1 yang kick off pekan kedua April.
Mampu melaju hingga final, capaian PBFC II melebihi ekspektasi. Namun, bagaimana nasib tim setelah turnamen berakhir?
Secara teknis, PBFC II dibubarkan sejak kemarin (12/3). Namun, tim dijadwalkan kembali berkumpul di Samarinda untuk menggelar syukuran.
Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin menuturkan, manajemen memberikan jatah libur kepada Pesut Etam yang berlaga di Piala Presiden 2017. Sebulan lebih mengarungi turnamen, sebagian besar pemain ada yang belum bertemu keluarga.
“Ya, libur beberapa hari saja. Sampai kami tentukan waktu untuk menggelar acara di Samarinda. Karena dari awal juara atau tidak, hasil di turnamen wajib disyukuri,” ujar Nabil.
Dari hasil Piala Presiden 2017, tidak semua pemain bertahan di PBFC. Beberapa di antaranya sudah ada yang sepakat dengan klub lain. Seperti Fandi Ahmad dan Nizar Azhari yang bakal mentas di Liga 2 bersama Kepri Jaya FC. Lalu, Reinaldo da Costa berseragam PSM Makassar. Kemudian Dirkir Glay dipinang Persiba Balikpapan.
“Kami dari manajemen mengucapkan terima kasih untuk seluruh pemain yang memperkuat PBFC II. Baik itu yang meneruskan kontrak bersama kami atau hijrah ke klub lain. Semua sudah lakukan yang terbaik,” tuturnya.
Jika sejumlah pemain bakal bermain di liga musim ini bersama beberapa klub, pemain U-21 bakal memperkuat PBFC junior. Mereka ialah Daniel Jun Fernandi, Rizky Syawaludin, Wahyudi Hamisi, Rival Lastori, dan Satria Tama. Sedangkan pemain yang dikontrak jangka panjang, manajemen masih enggan membeber. Namun, yang masuk radar, di antaranya Wawan Hendrawan dan Kunihiro Yamashita.
Terpisah, pelatih Ricky Nelson menyebutkan bakal melakukan seleksi pemain lagi guna persiapan Liga U-21. Pelatih 37 tahun itu dalam waktu dekat bakal mencari penggawa di dua daerah, Jawa dan Sulawesi.
“Saya akan lakukan seleksi di Malang dan Makassar. Kalau tidak ada halangan, PBFC U-21 mulai persiapan April nanti. Jadi, saya mau cari pemain untuk melengkapi skuat yang ada,” kata Ricky.
Memilih melakukan seleksi di Malang dan Makassar cukup beralasan bagi Ricky. Menurutnya, dua daerah itu memiliki tradisi sepak bola yang bagus. Selain itu, pemain dari Maluku, Papua, dan Manado bisa datang ke Kota Daeng. Sedangkan Kota Apel strategis untuk mendatangkan pemain dari sekitar Jawa Timur.
Memiliki beberapa pemain muda yang mampu mengantarkan tim ke final Piala Presiden 2017, Ricky mengusung target tinggi di Liga U-21 musim ini. Pelatih berlisensi B AFC itu menginginkan timnya merengkuh gelar juara.
“Saya optimistis bisa membawa PBFC U-21 juara. Kami punya materi bagus. Sisa menambah beberapa pemain lagi,” ucapnya.
Beberapa pemain yang akan seleksi diproyeksikan mengisi semua posisi. Ricky ingin timnya bisa memiliki pemain inti dan lapis sama baiknya untuk tiap lini. “Mulai kiper sampai striker, saya mau yang terbaik. Seleksi saya lakukan sekira empat hari,” ucapnya.
Mencari pemain ke lagi di Malang dan Makassar, Ricky menyebutkan mendapat dukungan penuh manajemen Pesut Etam. Dari presiden klub, bapak dua anak itu mendapat sokongan semangat yang luar biasa.
“Bos menyukai keputusan menyeleksi pemain ini. Saya harapkan bisa mendapat pemain terbaik untuk Liga U-21 dan menjuarainya,” pungkas Ricky. (*/abi/bby/kpg/gun)







