• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Penolakan Pabrik Semen Kembali Disuarakan 

by BontangPost
30 Agustus 2017, 11:39
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi penolakan pendirian pabrik semen. (dok bontangpost.id)

Ilustrasi penolakan pendirian pabrik semen. (dok bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

DLH Pilih Lanjutkan Kajian, KMSPK Ancam Masifkan Aksi

SAMARINDA – Suara penolakan terhadap izin pendirian pabrik semen di bentang alam Karst Sangkulirang Tanjung Mangkaliat kembali digelorakan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Karst (KMPSK) Kaltim. Penolakan itu suarakan langsung puluhan massa aksi di depan gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, Selasa (29/8) kemarin.

Kepada awak media, koordinator aksi KMPSK Kaltim Ketut Bagia Yasa menuding izin pabrik tak ubahnya proyek tipu-tipu yang mengatasnamakan kesejahteraan masyarakat. Di mana sejatinya proyek tersebut pada akhirnya hanya untuk kepentingan sekelompok elit penguasa di Tanah Borneo.

“Kami secara tegas menolak rencana penambagan dan pendirian pabrik semen di bentang alam Karst Sangkulirang Tanjung Mangkaliat, Kutim dan Berau. Kami tahu, hari ini (kemarin, Red.) DLH sedang melakukan diskusi terkait kerangka acuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh pabrik semen Kaltim di kawasan Teluk Sulaiman Berau,” katanya.

Dia menjelaskan, kawasan yang dijadikan areal penambangan semen beririsan dengan kawasan lindung geologi yang diatur dalam Perpres nomor 3 tahun 2012, di mana seharusnya kawasan tersebut dilindungi. Terutama dari aktifitas pertambangan seperti penambangan semen.

“Pemerintah harusnya melindungi ekosistem alam bagi masyarakat setempat. Bukan malahan menghadirkan izin yang justru mengancam keberlangsungan hidup masyarakat,” tukasnya.

Baca Juga:  Aset Pemkot Samarinda Disorot BPK 

Bila memang pemerintah ingin membangun dan menyejahterakan masyarakat, sambungnya, mengapa tidak mengembangkan dan menggali lagi potensi pariwisata yang begitu besar di daerah tersebut. Apalagi Berau dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu primadona pariwisata, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurutnya, jika sikap aliansinya tidak ditanggapi secara serius oleh pemerintah, maka aksi serupa dengan massa yang lebih besar lagi akan diturunkan. Bahkan akan disuarakan hingga ke Kutim dan Berau. “Saat ini pemerintah tidak memiliki kajian lingkungan hidup strategis atas lingkungan geologis, tapi malah menghadirkan pabrik di dalamnya,” bebernya.

Terkait hal itu, Kepala DLH Kaltim Riza Indra Riadi justru menanggapi santai aksi penolakan pabrik semen oleh KMSPK. Menurutnya, tindakan yang dilakukan kelompok yang mengatasnakan masyarakat peduli karst tersebut lebih karena mereka tidak memahami manfaat jangka panjang dari proyek pabrik semen.

“Saya pikir mereka belum paham saja, bahwa pabrik semen tidak selamanya merusak. Contoh daerah tetangga kita di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah membangun pabrik semen dan aman-aman saja,” tuturnya ditemui usai berdialog langsung dengan massa aksi.

Dia menjelaskan, pabrik semen yang nanti akan dibangun berada di luar kawasan yang dilindungi. Pasalnya, dari 1,8 juta hektar areal di bentang karst, 307 hektare masuk kawasan yang dilindungi. Riza meyakinkan, kawasan tersebut dipastikan tidak akan diganggu, apalagi dilakukan penambangan.

Baca Juga:  Waspada Inflasi Akhir Tahun, Pemerintah Mulai Ambil Langkah Antisipasi 

Selain itu, pertimbangan lain mengapa pabrik semen harus dimasukan di Kaltim, demi untuk menekan harga semen itu sendiri. Mengingat semen yang masuk di Kaltim berasal dari Sulawesi dan Jawa. Sehingga biaya membelian semen tersebut sangatlah mahal. Itu belum biaya pengiriman.

“Sampai kapan kita harus impor terus. Sementara keuangan pemerintah daerah terus menurun. Tinggal bagaimana menyelaraskan antara kepentingan pemerintah daerah dengan para investor. Terutama dalam hal komitmen menjaga ekosistem alam di sekitar pabrik nantinya,” tuturnya.

Menurutnya, sebelum izin ekploitasi diberikan, terlebih dahulu akan dilakukan kajian terhadap AMDAL-nya. Tidak mendadak asal digali. Jika kekhawatiran masyarakat adalah dampak debu pabrik semen, kata dia, sekarang sudah ada teknologi yang bisa mengatur hal itu. Dari batas maksimal baku mutu 240 mikrogram per nanometer kubik, lewat teknologi telah bisa ditekan hingga di bawah 50 mikrogram.

“Kami pegang bahwa dia (Semen Kaltim, Red.) akan menghasilkan limbah di bawah 50 mikrogram,” akunnya.

Dia mengambil sampel, seperti di daerah Rembang bahkan baku mutunya berada di bawah 30 mikrogram dan Tuban 50 mikrogram. Dia menyebut, adapun saat ini di dinas yang dia pimpin masih melakukan kajian untuk menyusun kerangka acuan. Setelah itu barulah dilanjutkan ke AMDAL dan Upaya Pengelolaan Lingkungan, serta Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

Baca Juga:  Kampanye saat Reses, Dewan akan Ditindak 

“Masa sanggahan juga nanti ada kami buka dan akan diumumkan. Ketika memang ada sanggahan, maka akan kami evaluasi dan berikan jawaban atas itu,” ucapnya.

Dia menambahkan, di dalam AMDAL akan dirumuskan teknologi apa yang digunakan untuk menjaga kondusifitas lingkungan, termasuk komitmen perusahaan pada pemberian dana Corporate Social Responsibility (CSR), membangun jalan, airport, dan infrastruktur lainnya. Termasuk komitmen merekrut 60 persen tenaga dalam daerah.

“Kalau sudah seperti itukan, maka bisa menumbuhkan ekonomi yang ujungnya menyejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Metro Samarinda, pabrik semen yang akan mengajukan izin penambangan di antaranya PT Biduk-biduk Putra Tama. Perusahaan ini akan melakukan penambangan di tiga lokasi di daerah Berau. Lalu ada PT Bosowa di daerah Kutim. Lalu ada juga PT Biduk-biduk Alam Lestari, PT Gawi Manuntung, PT Berlian Biduk Jaya, PT Alam Bhana Lestari, dan PT Semen Kalimantan Timur. (drh)

Tags: demoMetro SamarindaPenolakan Pabrik Semen
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Asah Prajurit dengan Latihan Menembak

Next Post

Dukung Program BPJS Ketenagakerjaan, Pegawai Non ASN BPBD Bontang jadi Peserta  

Related Posts

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong
Bontang

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong

18 Agustus 2026, 18:38
Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur
Kaltim

Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

12 April 2026, 21:40
Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah
Nasional

Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, Tiga Orang Tewas

30 Agustus 2025, 09:09
Demo Mahasiswa Bontang Tuntut Tuntaskan Banjir, Ini Kata Pemkot
Bontang

Demo Mahasiswa Bontang Tuntut Tuntaskan Banjir, Ini Kata Pemkot

12 September 2022, 15:43
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.