• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

by BontangPost
12 April 2026, 21:40
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menyebut ribuan akan melakukan demo pada 21 April. Mereka menuntut gubernur dicopot dan hentikan dugaan nepotisme dalam pemerintahan daerah.

Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menyebut ribuan akan melakukan demo pada 21 April. Mereka menuntut gubernur dicopot dan hentikan dugaan nepotisme dalam pemerintahan daerah.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Tekanan terhadap Pemprov Kaltim kian menguat. Puluhan organisasi masyarakat yang tergabung dalam aliansi lintas elemen memastikan akan menggelar aksi demonstrasi besar pada 21 April 2026.

Aksi tersebut akan dipusatkan di dua titik strategis, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim. Massa membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penghentian dugaan praktik nepotisme hingga desakan pemberhentian Gubernur Kaltim.

Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, mengatakan persiapan aksi terus dimatangkan. Sejumlah posko telah didirikan sebagai pusat koordinasi sekaligus mobilisasi massa.

“Persiapan sudah berjalan. Kami telah mendirikan posko dan terus menggalang kekuatan karena ini adalah perjuangan masyarakat,” ujar Erly saat ditemui di Sekretariat Jalan S Parman, Sabtu (11/4/2026).

Menurut Erly, aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan publik. Ia menilai sejumlah keputusan justru memicu polemik di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Merasa Diperbudak, Ratusan Buruh Sawit Demo di Kantor Bupati

Isu utama yang diangkat dalam demonstrasi ini adalah dugaan praktik nepotisme dan dinasti kekuasaan. Aliansi menilai kondisi tersebut berpotensi merusak tata kelola pemerintahan serta membuka ruang penyalahgunaan wewenang.

“Yang kami suarakan adalah penghentian nepotisme. Karena itu akar dari berbagai persoalan, termasuk potensi korupsi,” tegasnya.

Berdasarkan data sementara panitia, sedikitnya 4.075 orang telah terdaftar sebagai peserta aksi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, buruh, organisasi masyarakat, hingga komunitas pengemudi ojek online (ojol).

Keterlibatan pengemudi ojol menjadi salah satu perhatian dalam rencana aksi ini. Aliansi Mitra Kaltim Bersatu yang mewadahi para pengemudi menilai kondisi ekonomi saat ini turut berdampak pada sektor informal, termasuk penurunan pendapatan akibat melemahnya daya beli masyarakat.

Baca Juga:  30 Menit Wali Kota Tak Datang, Peserta Aksi Ancam Masuki Proyek

Koordinator Aliansi Mitra Kaltim Bersatu, Lukman, menyebut kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak semakin memperburuk kondisi di lapangan. Ia juga menyoroti dugaan nepotisme sebagai persoalan mendasar.

“Kami merasakan langsung dampaknya. Ketika kebijakan tidak berpihak dan ada praktik nepotisme, itu akan merugikan masyarakat luas, termasuk kami di lapangan,” ujarnya.

Seiring rencana mobilisasi besar tersebut, potensi terganggunya layanan transportasi daring juga mencuat. Hal ini menyusul adanya ajakan kepada para pengemudi untuk ikut serta dalam aksi, meski keputusan akhir tetap diserahkan kepada masing-masing individu.

Selain melalui aksi jalanan, aliansi juga menempuh jalur formal dengan mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia. Mereka meminta pemerintah pusat dan aparat penegak hukum turun tangan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang disampaikan.

Baca Juga:  Warga Kampung Jawa Geruduk Balai Kota Samarinda 

Aliansi menegaskan bahwa gerakan ini tidak terkait dengan kontestasi politik sebelumnya. Mereka memastikan tidak ada kepentingan kelompok atau kubu tertentu di balik aksi tersebut.

“Ini bukan soal Pilkada. Itu sudah selesai. Ini murni gerakan masyarakat yang merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah,” kata Erly.

Dengan jumlah massa yang terus bertambah dan dukungan dari puluhan organisasi, aksi pada 21 April diperkirakan menjadi salah satu demonstrasi terbesar di Kaltim dalam beberapa waktu terakhir.

Aliansi berharap DPRD Kaltim dan pemerintah daerah dapat merespons tuntutan yang disampaikan. Mereka menegaskan aksi ini merupakan bentuk tekanan publik agar terjadi perubahan dalam tata kelola pemerintahan.

“Kalau tidak ada respons, kami akan terus bergerak. Ini suara masyarakat yang ingin perubahan nyata,” jelasnya. (*)

Tags: demoDemo KaltimDemo Kaltim 21 AprilDemo Warga
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ambulans RSUD Bontang Tabrakan di Poros Bengalon–Wahau, Sopir Bantah Karena Jalan Berlubang

Next Post

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

Related Posts

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong
Bontang

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong

18 Agustus 2026, 18:38
Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah
Nasional

Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, Tiga Orang Tewas

30 Agustus 2025, 09:09
Video Kericuhan Demo di Pati, Tuntut Bupati Sudewo Mundur
Nasional

Video Kericuhan Demo di Pati, Tuntut Bupati Sudewo Mundur

13 Agustus 2025, 15:02
Demo Mahasiswa Bontang Tuntut Tuntaskan Banjir, Ini Kata Pemkot
Bontang

Demo Mahasiswa Bontang Tuntut Tuntaskan Banjir, Ini Kata Pemkot

12 September 2022, 15:43
Sopir Truk Ancam Demo
Bontang

Sopir Truk Ancam Demo

20 Desember 2018, 17:10
Menanti Keseriusan Isran-Hadi 
Kaltim

Menanti Keseriusan Isran-Hadi 

11 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.