• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Tetap Dilarang Melintas Jalan Hauling, Warga Gelar Demo Pekan Depan

by BontangPost
3 September 2017, 11:54
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
MENDENGARKAN: Perwakilan sopir truk pengangkut batu di Bontang Lestari mendengarkan kesimpulan rapat dengar pendapat yang digelar oleh DPRD, nampaknya hasilnya dari manajemen PT IMM tidak sesuai dengan keinginan mereka.(DOK/HUMAS DPRD)

MENDENGARKAN: Perwakilan sopir truk pengangkut batu di Bontang Lestari mendengarkan kesimpulan rapat dengar pendapat yang digelar oleh DPRD, nampaknya hasilnya dari manajemen PT IMM tidak sesuai dengan keinginan mereka.(DOK/HUMAS DPRD)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Keputusan yang diberikan oleh PT Indominco Mandiri (IMM) atas permasalahan penghadangan truk pengangkut batu milik warga Bontang Lestari nampaknya tidak sesuai dengan keinginan warga. Menurut keterangan warga, Ichal, PT IMM tetap tidak memperbolehkan warga melintas Jalan Hauling melalui pos kilometer 10, setelah diberi deadline oleh DPRD sebelum Iduladha agar kasus ini diselesaikan.

“Ada informasi dari Lurah Bontang Lestari, pihak manajemen bertamu pada Kamis (31/8) membawa penyampaian manajemen. Warga tetap tidak bisa melalui jalan Hauling, sedangkan pembuatan jalan khusus, mereka (manajemen,Red.) akan mempertimbangkannya,” ujar Ichal.

Menanggapi keputusan manajemen, malam harinya para sopir truk melakukan koordinasi dengan mengelar rapat. Hasilnya diputuskan bahwa sopir truk akan menggelar aksi pada Kamis (7/9) mendatang dengan kekuatan personil sejumlah 300 orang dan 50 truk.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Bagus Prabowo (223); Sukses Melatih Sepak Bola, Ingin Lanjutkan Karier ke Tim Profesional

Warga menuntut tiga hal, pertama diperbolehkannya kembali warga melewati Jalan Hauling melalui pos kilometer 10. Menurut pria yang berdomisili di RT 10 Nyerakat Kiri ini, ada aturan spesial yang diterapkan oleh pihak perusahaan.

“Dari total jalan 18 kilometer yang ada, kenapa satu kilometer saja yang tidak diperbolehkan dilewati, sementara sisanya boleh. Mengapa saya bisa bilang begitu, karena samping kiri-kanan dari jalur tambang ialah kebun milik warga,” ungkapnya.

Kedua, terjadi kesenjangan perihal jumlah tenaga kerja yang ada di perusahaan batu bara tersebut. Ia berani memastikan bahwa sejumlah 95 persen tenaga kerja berasal dari luar pulau Kalimantan.

“Saya sering bertanya kepada mereka (karyawan,Red.) mengenai asal mereka rata-rata menjawab dari pulau Jawa,” tambahnya.

Baca Juga:  Hilangnya Rasa Aman dalam Masyarakat Kapitalis

Tuntutan yang terakhir berkaitan dengan fasilitas sarana yang didapatkan oleh masyarakat Bontang Lestari yang sebagian besar menjadi petugas perlindungan masyarakat (Linmas), mereka tidak memperoleh fasilitas antar-jemput. Hal tersebut yang membuat terjadi kecelakaan sebulan yang lalu.

“Jadi saya tekankan alasan bahwa penutupan jalan karena keselamatan itu salah, karena kecelakaan terjadi satu bulan yang lalu, sementara penutupan sudah terjadi sekitar dua bulan,” papar pria yang juga berprofesi menjadi sopir truk ini.

Disamping itu, warga Nyerakat Kiri juga dirugikan dengan akses jalan yang ada, mengingat kondisi bahu jalan menjadi sempit ditambah dengan tidak ada rambu-rambu lalu-lintas yang ada. Sementara, kecepatan kendaraan perusahaan tergolong masih terlalu cepat yakni 50 kilometer per jam.

Terpisah, Ketua Fraksi Nasdem Bakhtiar Wakkang menilai langkah yang diambil oleh warga merupakan hak yang sudah dilindungi Undang-Undang. Tetapi, ia meminta kepada pihak manajemen untuk memberikan kebijakan.

Baca Juga:  Besok, Guru Swasta Kutim Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur 

“UU Pertambangan memang tidak boleh ada aktivitas, tetapi ada kearifan lokal di mana warga pasti melewati Hauling. Semoga manajemen tidak buta dan tuli terhadap warga,” katanya.

Menurutnya seharusnya manajemen memberikan pembinaan dengan pengarahan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP).  Bukan lantas menutup akses warga untuk mencari nafkah.

“Kan bisa memberikan radio, menjelaskan rambu lalu-lintas, menerapkan batas kecepatan, itu yang harusnya dilakukan,” ujarnya.

Kedepan DPRD telah mengusulkan melalui Badan Musyawarah (Bamus) agar mengakomodir perwakilan warga untuk melakukan fasilitasi kepada manajemen PT IMM di Jakarta. Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT IMM yang dihubungi Bontang Post tak memberi jawaban. (*/ak)

Tags: demojalanpolemiktambangwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Apresiasi Pemkot Tunda Jalan Lingkar, Komisi I Minta Gaji Honorer Naik 

Next Post

Tertangkap Bawa Sabu, ABG Lebaran Haji di Bui 

Related Posts

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong
Bontang

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong

18 Agustus 2026, 18:38
Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.