• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Apresiasi Pemkot Tunda Jalan Lingkar, Komisi I Minta Gaji Honorer Naik 

by BontangPost
3 September 2017, 11:52
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
RAPAT: Komisi I DPRD setuju dengan penundaan pembangunan jalan lingkar dikarenakan ingin meningkatkan kesejahteraan pegawai, ia berharap gaji honorer serta TPP dan e-performance PNS naik.(DOK/BONTANG POST)

RAPAT: Komisi I DPRD setuju dengan penundaan pembangunan jalan lingkar dikarenakan ingin meningkatkan kesejahteraan pegawai, ia berharap gaji honorer serta TPP dan e-performance PNS naik.(DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Alasan wali kota melaksanakan penundaan terhadap pembangunan jalan lingkar demi kesejahteraan pegawai mendapat apresiasi oleh Komisi I DPRD. Ketua Komisi I, Agus Haris menilai langkah tersebut sangatlah bijak dan tepat. “Terlalu besar kalau dipakai ke situ (jalan lingkar,Red.) dalam waktu 3 tahun, akibatnya kegiatan lain terkendala. Sementara di satu sisi pegawai honorer masih jauh sekali pendapatannya,” ujarnya.

Politisi Gerindra ini berharap agar anggaran pembangunan jalan lingkar dikonversi ke kesejahteraan pegawai. Mengingat tahun sebelumnya, Pemkot Bontang melakukan pemangkasan Tambahan Penghasilan PNS (TPP) dan e-performance Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Semua ada kekurangan di lingkup PNS, e-performance dan TPP kurang dari 50 persen, jadi itu bisa dinaikkan,” tambahnya.

Demikian pula ia meminta kenaikan gaji tenaga honorer, diketahui pada 2016, honorer digaji Rp 2,35 juta sampai Rp 2,65 juta per bulan, tergantung jenjang pendidikan. Namun, per Januari 2017 mereka harus rela hanya dibayar Rp 1,05 juta sampai Rp 1,150 juta.

Baca Juga:  Ajak Warga Peduli Lingkungan, Wawali Bontang Terjun Langsung Pungut Sampah di Tanjung Laut Indah

“Ada kesempatan menambah kesejahteraan anggota, siapa tahu bisa dikembalikan sedia kala hingga menyentuh angka Rp 2,49 juta,” pintanya.

Di samping kedua hal itu, penundaan jalan lingkar juga dapat memperlancar kegiatan dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tersendat di tahun ini. Dipaparkannya, bahwa sebelum pembatalan ini pihak Pemkot Bontang berencana menaikkan gaji tenaga honorer sebesar Rp 500 ribu sehubungan dengan naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD), jadi apabila terjadi penundaan jalan lingkar maka akan terjadi penambahan lagi.

“Sebelum ini saya mendengar gaji honorer akan menjadi Rp 1,5 juta, penundaan ini pasti akan membuat nominal tersebut naik kembali,” ulasnya.

Senada, sekretaris Fraksi Nasdem Bilher Hutahaean mengatakan, bahwa dari empat skala prioritas yang ada, pembangunan jalan lingkar masuk dalam kategori penting tetapi tidak mendesak. Oleh karena itu, ia mengapresiasi keputusan wali kota untuk melakukan penundaan.

Baca Juga:  Pemkot Apresiasi Pengajian Akbar Pager Negoro

“Setuju jika lebih prioritaskan kesejahteraan pegawai, tetapi kalau mau diajukan kepada pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), itu lebih baik,” ungkapnya.

Harapannya dengan adanya penundaan ini pemotongan pendapatan pegawai honorer yang diberlakukan tahun ini dapat dikembalikan. Paling tidak setara dengan Upah Minimum Kota (UMK).

“Harapan saya ya kembali seperti semula,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, rencana Pemkot Bontang membangun jalan lingkar pesisir (Coastal Road) dari Kelurahan Loktuan menuju Tanjung Limau dipastikan batal terealisasi. Defisit keuangan daerah membuat Pemkot di bawah komando Wali Kota Neni Moerniaeni memilih realistis melihat situasi.

Ditemui di Gedung DPRD, Senin (28/8) alasan Neni sengaja membatalkan rencana proyek itu, lantaran ia tak ingin membebani keuangan daerah. Pasalnya, proyek yang awalnya ditaksir menelan dana Rp 400 miliar mengalami kenaikan diluar prediksi hingga mencapai kisaran Rp 700 miliar atau mengalami kenaikan Rp 300 miliar.

Baca Juga:  Hore! Wali Kota Siap Naikkan Gaji PNS

“Walaupun konsultan mengatakan ada hitungan tiang pancang dari 30 meter menjadi 50 meter itulah yang menyebakan kenaikan, tapi saya tidak mau ini jadi kasus dan bisa menjadi temuan hukum,” ungkapnya.

Dijelaskan, ia tak mau keuangan daerah tersedot hanya untuk pembangunan jalan lingkar. APBD yang minim akan lebih baik diperuntukkan untuk kesejahteraan pegawai yang sempat terpangkas, kemudian menyejahterakan masyarakat serta pembangunan infrastruktur lain yang lebih mendesak. Semisal pembangunan pasar rawa indah, pasar citramas.

“Sekarang saya hanya mengedepankan bagaimana dengan dana APBD yang minim ini, kesejahteraan pegawai saya tingkatkan. Kalau sudah diaudit di BPKP dan LKPP, saya presentasikan juga enak,” ungkapnya. (*/ak)

Tags: dprdgajiHonorerpemkot bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Serunya Liputan Perdana Kru Z-Class Batch 1, Berdebar Saat Wawancara, Dapat Narasumber Cuek 

Next Post

Tetap Dilarang Melintas Jalan Hauling, Warga Gelar Demo Pekan Depan

Related Posts

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53
Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat
Pemkot Bontang

Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat

25 Agustus 2026, 16:05

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dibutuhkan 21 Pipe Fitter untuk Pabrik 5 Pupuk Kaltim, Cek Syaratnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.