bontangpost.id – Ruas Sambera-Santan di Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara (Kukar) macet parah, Selasa (23/3/2021) pagi. Penyebabnya, truk yang kelebihan muatan tidak mampu menanjak dan terbalik di Kilometer 65 dari Samarinda. Membuat antrean kendaraan yang ingin melintasi jalan Trans-Kaltim itu menumpuk hingga beberapa kilometer.
Berdasarkan informasi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, sebelumnya truk overload tersebut kesulitan melintasi jalur tanjakan di ruas Sambera-Santan itu.
Sehingga harus mendaki secara berliku. Namun, hujan yang mengguyur kawasan tersebut membuat jalan menjadi licin. Sehingga, kendaraan tersebut tergelincir dan terbalik. Ditambah lagi, truk dari arah berlawanan ingin melintas di bahu jalan, juga ikut terjebak.
“Kondisi lalu lintas di ruas Sambera-Santan sudah lancar,” kata Kepala BBPJN Kaltim Junaidi.
Di mana evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga dijadwalkan pada 5 hingga 25 Maret 2021. Dan penandatanganan kontrak menurut jadwal pada 19-29 April 2021. Nilai pagu paket dan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 283,8 miliar. “Diperkirakan kontrak baru dilaksanakan Mei 2021. Jalur pendakian akan dibuat di tanjakan tersebut. Diimbau agar kendaraan overload, jangan melalui jalan tersebut. Terutama pada saat musim hujan,” pesan Junaidi.
Pria yang sebelumnya menjabat kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XX Pontianak itu menjelaskan jalur pendakian pada tanjakan tersebut akan dilebarkan. Dan dibangun dengan material dibeton.
Sehingga, nantinya ketika melintasi tanjakan tersebut, kendaraan dapat melakukan zig-zag. Menurut perencanaan, panjang jalannya yang akan dibeton tersebut adalah sekitar 200 meter, dengan lebar 12 meter. “Nantinya, grade (kemiringan) tetap. Tidak kami turunkan, tetapi kami perbaiki lebar dan keamanan jalur pendakiannya,” jelas dia.
Junaidi mengungkapkan, jalur tersebut sebenarnya relatif aman untuk dilalui kendaraan kecil. Namun, ketika kendaraan besar seperti truk dengan muatan berlebih melintas, terutama saat hujan melanda, akan riskan. Karena jalur tersebut, tidak diperuntukkan bagi kendaraan dengan muatan berlebih.
Selain merusak jalan, juga sangat berbahaya bagi pengendara itu sendiri. Dia mencontohkan, saat di tanjakan kendaraan dapat mundur, karena tidak bisa mendaki. Apalagi kondisi cuaca hujan, membuat kendaraan slip. Dan menabrak kendaraan lainnya. “Sebenarnya tanjakan itu adalah barrier (penahan) alam untuk menghalangi, agar yang lewat jangan kendaraan ODOL (over dimension over load),” jelasnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim Irhamsyah menyebut belum menerima informasi mengenai kecelakaan yang terjadi di jalan poros Samarinda-Bontang itu. Pasalnya, ruas tersebut merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan BBPJN Kaltim. “Kami tahu dari media dan secara resmi belum menerima laporan,” katanya kemarin.
MAMPU DIATASI
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bontang AKP Imam Syafi’i menambahkan kecelakaan itu pada pukul 03.00 Wita. Kendaraan berusaha mendaki di kontur jalan yang rusak dan berlubang cukup dalam. Karena pengemudi kurang hati-hati, ban kendaraan bagian belakang terperosok. “Sehingga, posisinya miring dan rebah di badan jalan,” ungkapnya.
Diduga kendaraan yang terguling itu memuat sembako. Ia belum bisa memastikan apakah beban muatan melebihi kapasitas. Selain itu, satu kendaraan bermuatan besar lainnya juga ikut terjebak lubang dan miring.
“Kendaraan ini memuat kernel. Kondisi itu mengakibatkan kemacetan terjadi hampir 3 kilometer,” ucapnya.
Mendapat informasi, tim Satlantas Polres Bontang langsung menuju lokasi kecelakaan tunggal tersebut. Personel yang dikerahkan empat orang. Dalam melaksanakan tugas, mereka dibantu Pos Polisi Marang Kayu dan Pos PJR Prangat.
Kendaraan tersebut dapat dievakuasi pukul 10.30 Wita. Dengan menggunakan crane salah satu kendaraan yang melintas. Sebelum proses evakuasi, kepolisian memberlakukan skema buka-tutup arus lalu lintas. Pasalnya, yang bisa dilintasi hanya satu lajur. “Jadi, kami arahkan satu jalur dulu selama lima menit melintas. Setelah itu berganti dari arah lainnya,” tutur dia.







