bontangpost.id – Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang minta wali kota dan wakil wali kota Bontang terpilih Basri-Najirah melanjutkan program belanja tiap hari (Betah) di pasar. Program ini dinilai tak sepenuhnya mengatasi persoalan sepinya pasar. Namun setidaknya, jadi ikhtiar pemerintah mendukung pedangang pasar tradisional.
Bakhtiar menyebut program Betah yang diresmikan Wali Kota Bontang periode 2016-2021 Neni Moerniaeni pada September 2020 itu hanya berjalan sekitar 3 bulan. Itu menurut analisanya sendiri di sejumlah pasar tradisional di Bontang. “Itu pun tidak berjalan maksimal,” bebernya.
Program tersebut tidak berjalan maksimal lantaran staf di lingkungan pemkot Bontang seperti setengah hati menjalankan. Buktinya pengawasan di tiap OPD guna memastikan seluruh staf berbelanja di pasar sangat lemah. Bahkan tak pernah dilaporkan ke publik. Padahal, mereka berada di garda terdepan untuk memastikan program ini berjalan maksimal.
Sebabnya, dia minta program ini tetap dilanjutkan. Tapi dengan melakukan sejumlah evaluasi. Utamanya soal pengawasan agar staf di lingkungan Pemkot Bontang benar-benar belanja di pasar.
“Kepala dinas mestinya ketat mengawasi juga stafnya supaya berbelanja di pasar,” tegasnya.
Selain itu, politikus NasDem ini pun mendorong pemkot melaksanakan program belanja di tetangga. Program tersebut pernah diliatnya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Menurutnya program tersebut bisa meningkatkan perekonomian setiap lingkungan.
“Kalau di pasar kan untuk kebutuhan pokok. Kalau kebutuhan tambahan bisa dibeli di lingkungan sendiri. Toh ini juga bisa membantu tetangga ,” tandasnya. (*)







