bontangpost.id – Dua sumur Perumda Tirta Taman Bontang bermasalah. Akibatnya, sekitar 6.000 pelanggan yang bermukim di Kelurahan Gunung Telihan dan Kelurahan Kanaan mengalami imbasnya. Layanan dari perusahaan air milik daerah itu baik dari kuantitas maupun kualitas setali tiga uang; sama-sama menurun.
Direktur Perumda Tirta Taman Bontang Suramin menjelaskan, mulanya hanya ada satu sumur di Bontang Barat mengalami kerusakan. Yakni sumur 3 yang terletak di Simpang 3 Kelurahan Kanaan. Berdasar hasil analisis, diketahui konstruksi jaringan pipa rusak.
Pihaknya telah mengajukan bantuan anggaran perbaikan ke pemerintah. Bila ditindaklanjuti, pada 2022 mendatang konstruksi di sumur 3 ini diperbaiki. Kendati belum tahu kapan sumur bisa kembali normal, Suramin menyebut saat ini tim tetap melakukan perbaikan sebisanya di sumur itu.
“Sudah diusulkan. Konstruksinya perlu diperbaiki,” kata Suramin ketika dikonfirmasi, Jumat (17/9/2021) sore.
Belum lagi sumur 3 normal, sumur DW di Jalan Damai Kelurahan Kanaan milik Perumda Tirta Taman sepekan lalu ikut bermasalah. Terjadi penurunan kuantitas air. Dari mulanya 39 liter per detik menjadi 28 per detik. Walhasil, dalam beberapa hari mendatang, pelanggan di Kelurahan Kanaan dan Kelurahan Gunung Telihan terpaksa mesti bersabar. Distribusi air tidak bisa berjalan normal.
Kata Suramin, penurunan kuantitas air di sumur DW di Jalan Damai disinyalir karena faktor cuaca dan alam. Kendati ia tak bisa menjelaskan secara spesifik faktor alam dan cuaca yang dimaksud itu seperti apa.
“Permohonan maaf ada gangguan pelayanan. Ada penurunan kapasitas sumur di Jalan Damai,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, mulanya ada 5 sumur milik Perumda Tirta Taman yang mengalami kerusakan. Ada dua sumur di Jalan Pupuk Raya; sumur 1 dan 2, sumur di Kelurahan Loktuan, dan sumur di Jalan KS Tubun.
Sekitar sebulan lalu, dua sumur di Jalan Pupuk Raya sudah kembali normal, begitupun di Loktuan. Selain itu, tepat pada Senin (13/9/2021) sumur di Jalan KS Tubun sudah kembali beroperasi.
Perbaikan sumur di Jalan KS Tubun ini butuh waktu sekitar 2 bulan. Kata Suramin, karena sumur banyak rusaknya. Konstruksi bermasalah, kebocoran pipa, kabel, pipa, dan pompa rusak. Sehingga semua harus diganti.
“Perbaikannya butuh sekitar 2 bulan. Karena ambil barang dari Surabaya,” bebernya.
Walau sudah bisa memompa air kembali, dan kuantitasnya kembali normal tapi kualitas air yang didistribusikan ke masyarakat belum maksimal. Di beberapa titik, air yang tiba di rumah pelanggan masih sedikit kuning. Ini karena sepekan terakhir sumur mengalami tekanan kecil. Dan ketika didorong tekanan besar, endapan di jaringan pipa ikut terangkat.
“Tapi kami sedang melakukan back wash. Jadi semoga bisa normal lagi kualitas air secepatnya,” kata Suramin.
Atas kurang maksimalnya pelayanan air di Bontang Barat dan selatan Bontang, baik dari sisi kuantitas dan kualitas, Suramin menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Dia bilang, Perumda Tirta Taman selekas mungkin memperbaiki kerusakan yang ada. Agar pelanggan bisa merasakan layanan air normal kembali.
“Kami mohon maaf kepada pelanggan. Petugas sedang memperbaiki kerusakan di sumur kami,” tandasnya. (*)







