• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pedagang Pasrah, Berharap Harga Minyak Goreng Turun

by Redaksi Bontang Post
18 November 2021, 12:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Stok mulai ada, namun harga naik, lantaran tak lagi mengikuti HET.

Stok mulai ada, namun harga naik, lantaran tak lagi mengikuti HET.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Mulai merangkak naiknya harga minyak goreng berimbas kepada penjual makanan di Bontang. Salah satu penjual tahu telur di bilangan Jalan Ir H Juanda, Setio, mengatakan pasrah dengan kondisi ini. Namun, ia meminta kenaikan tidak terjadi terus-menerus.

“Pasrah. Karena mau tidak mau ya harus dibeli minyak gorengnya,” kata Setio.

Ia menjelaskan minyak goreng termasuk bahan utama dalam pembuatan makanan yang diperdagangkannya. Sehari ia menghabiskan 2-3 liter. Tergantung jumlah pembeli. Terakhir ia mendapatkan minyak goreng ukurang dua liter seharga Rp 35 ribu. Ia mengaku kaget dengan kondisi ini.

“Sudah empat hari belakangan harganya segitu,” ucapnya.

Sejauh ini belum berpengaruh terhadap kuantitas konsumen. Mengingat setiap jualan memiliki risiko pasang-surut. Ia pun tidak bisa mengurangi kuantitas pemakaian minyak goreng. Ketika menyiapkan tahu telur. Imbas dari ini keuntungan yang didapatkan menjadi susut.

“Sehari minimal dapat Rp 100 ribu. Tetapi sebelumnya keuntungan sedikit lebih banyak karena harga minyak masih belum naik seperti ini,” tutur pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur ini.

Baca Juga:  Pedagang Toko Tradisional Mengeluh Minyak Goreng Tak Laku, Ini Kata Agus Haris

Umumnya, kejadian ini terjadi ketika mendekati momentum lebaran maupun natal. Mengingat permintaan konsumen meningkat. Ia pun menyadari kondisi ini tidak terjadi hanya di Bontang. Bahkan di Pulau Jawa harga minyak goreng juga terus mahal.

Sementara penjual nasi goreng Eko Setiawan berharap harga minyak goreng dapat ditekan. Sehingga tidak memberatkan bagi pedagang. Penjual yang berdomisili di Tanjung Laut ini dalam sehari membutuhkan tiga liter minyak goreng.

“Harapannya supaya segera normal kembali,” kata Eko.

Kendati saat ini belum berimbas, tetapi jika kondisinya terus merangkak naik, maka pedagang memiliki opsi. Bentuknya dengan meningkatkan harga jual makanan. Dalam sehari ia mengaku memperoleh laba kotor sejumlah Rp 500 ribu.

“Saat ini jalanin dulu. Tetapi kalau terus naik maka harga jual makanan mau tidak mau dinaikkan. Sekarang saya belum bisa memastikan berapa kalkulasi peningkatannya,” terangnya.

Baca Juga:  Harga Minyak Goreng di Bontang Masih Mahal

Sebelumnya diberitakan, salah satu penjual sembako di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Hanafi mengatakan kondisi ini terjadi sejak sebulan belakangan. Harga minyak goreng merek Bimoli berisi satu liter sebelumnya dibanderol seharga Rp 16 ribu. Kini menjadi 18 ribu rupiah.

Sementara kemasan dua liter yang bulan lalu dijual 30 ribu rupiah naik menjadi Rp 37 ribu. Adapun kemasan lima liter dari Rp 80 ribu sebelumnya berubah ke Rp 95 ribu. Ia menjelaskan meningkatnya harga bahan baku menjadi biang melonjaknya harga eceran penjualan minyak goreng.

“Sekarang harga sawit mahal itu informasi yang saya dengar. Jadi imbasnya ke harga minyak goreng juga terus naik,” kata Hanafi.

Pedagang yang berjualan di dekat lapak sayuran lantai dua pasar ini menjelaskan akibat mahalnya harga minyak goreng, konsumen menjadi sepi. Umumnya mereka mencari selisih harga yang lebih relatif murah ke tempat lain. “Ini saya duduk selama tiga jam belum ada yang beli. Mereka (konsumen) hanya tanya-tanya harganya saja. Mungkin dibandingkan dengan tempat lain,” ucapnya.

Baca Juga:  Dilema Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga; Ludes di Toko Retail modern, Tak Laku di Toko Kelontong

Meski harga melonjak, pasokan justru tetap aman. Namun kembali pedagang harus memperhitungkan jika menyetok dalam jumlah besar. Hanafi menuturkan ia mengambil pasokan dalam jumlah 10 dus. Mengingat jika mengambil skema demikian harganya berbeda jika menyetok jumlah sedikit.

Satu dus untuk minyak kemasan 5 liter berisi empat buah, kemasan dua liter enam buah, dan satu liter 12 buah. Biasanya 10 dus yang diambil secara acak kemasannya ini laku terjual dalam kurun 10 hari. Tetapi pasca peningkatan harga stok dalam sebulan tak kunjung habis.

“Ini masih banyak sisanya yang belum terjual. Soalnya tiap pekan selalu naik harganya,” pungkasnya. (*/ak)

Tags: Harga minyak goreng naik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kasus Istri Marahi Suami Mabuk Berujung Pencopotan Pejabat Kejati Jabar

Next Post

Pupuk Kaltim Raih Platinum Rank Asia Sustainability Reporting Rating 2021 Keempat Kalinya

Related Posts

Penyesuaian Satu Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional, Diskop-UKMP; Masih Koordinasi
Bontang

Penyesuaian Satu Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional, Diskop-UKMP; Masih Koordinasi

25 Januari 2022, 15:52
Pedagang Toko Tradisional Mengeluh Minyak Goreng Tak Laku, Ini Kata Agus Haris
Bontang

Pedagang Toko Tradisional Mengeluh Minyak Goreng Tak Laku, Ini Kata Agus Haris

21 Januari 2022, 20:00
Dilema Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga; Ludes di Toko Retail modern, Tak Laku di Toko Kelontong
Bontang

Dilema Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga; Ludes di Toko Retail modern, Tak Laku di Toko Kelontong

21 Januari 2022, 16:00
Harga Minyak Goreng di Bontang Masih Mahal
Bontang

Harga Minyak Goreng di Bontang Masih Mahal

19 Januari 2022, 11:32
Tekan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bakal Gelar Operasi Pasar
Bontang

Tekan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bakal Gelar Operasi Pasar

22 November 2021, 13:10
Harga Minyak Goreng Melejit, Pedagang Menjerit
Bontang

Harga Minyak Goreng Melejit, Pedagang Menjerit

17 November 2021, 11:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.