bontangpost.id – Hingga awal Desember 2021, dana penanganan Covid-19 di Bontang belum menyentuh angka 50 persen. Saat ini, realisasinya masih berkisar 43,83 persen. Adapun dana penanganan Covid-19 yakni sekira Rp 38, 5 miliar.
Anggaran Covid-19 terdiri dari pos penanganan sebesar Rp 16,7 miliar, meliputi penyediaan logistik hingga penguatan kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan di sejumlah OPD. Selanjutnya, dukungan vaksinasi sebesar Rp 9,2 miliar, dukungan kelurahan dalam rangka penanganan Covid-19 sebesar Rp 2,1 miliar, dan insentif tenaga kesehatan daerah sebanyak Rp 10,4 miliar.
“Vaksinasi itu termasuk pos anggaran yang besar, memang vaksinnya gratis, tapi butuh banyak vaksinator, alat-alat, jarum suntik, dll,” ungkap Sekda Bontang Aji Erlynawati.
Sementara realisasi penggunaan anggaran Covid-19 hingga 29 November, yakni pos penanganan baru menyentuh angka 26,3 persen atau sebanyak Rp 4,3 miliar. Dukungan kelurahan Rp 1,5 miliar atau sekitar 70,69 persen. Tertinggi di pos anggaran insentif nakes sebesar Rp 10 miliar atau 97,7 persen.
“Sesuai laporan yang disampaikan secara rutin, alokasi 8 persen DAU untuk penanganan Covid-19, saat ini telah terealisasi sebesar 43,83 persen,” jelas Kepala BPKAD Sony Suwito melalui Kabid Perbendaharaan dan Akuntansi Rudyanur.
Untuk realiasi terendah, berada di pos dukungan vaksinasi. Hingga saat ini baru menyentuh angka Rp 828 juta atau sekitar 8,9 persen.
“Tinggal tunggu SPJ proses pencairan untuk vaksinator, sudah diproses, kalau sudah dilaporkan, bisa dapat 80 persen nanti untuk pos dukungan vaksinasi,” ujarnya. (*)





