bontangpost.id – Kelurahan Api-Api berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Banjir. Satgas dibentuk mengingat kawasan ini menjadi salah satu daerah paling rawan banjir di Bontang.
Lurah Api-Api Hadha Sulistiyono mengatakan, Satgas ini penting agar ada tindakan cepat diambil ketika daerahnya terendam banjir. Mengingat sebaran banjir di Api-Api cukup besar, bahkan lebih 50 persen dari total rukun tetangga (RT). Misalnya pada banjir 25-26 Januari kemarin, dari total 42 RT, 31 di antaranya menjadi korban banjir.
Adapun selama ini, warga saling bantu ketika musibah banjir melanda. Namun setiap gerakan yang dilakukan berdasarkan inisiatif saja, tak terstruktur. Adanya Satgas, selain memudahkan koordinasi, juga lebih tahu tindakan apa yang mesti diambil. Selain itu, pihak-pihak yang terlibat juga tahu apa saja yang menjadi tugasnya.
“Jadi bisa kerja berdasarkan tupoksinya (tugas pokok dan fungsi),” kata Lurah Hadha kepada bontangpost.id, Rabu (26/1/2022) kemarin.
Adapun Satgas Banjir ini bakal dibagi 3 divisi yakni kesiapsiagaan, dapur umum, dan pendataan. Satgas Banjir ini bersifat sukarela dan berorientasi sosial. Sehingga hanya mereka yang mau terlibat sukarela saja dimasukkan dalam tim.
“Kami sudah mulai menjaring warga yang aktif di lingkungannya. Di dalam Satgas juga ada FKPM, PKK, dan Karang Taruna,” tambah Hadha.
Ditambahkan Camat Bontang Utara, Sutrisno, pihaknya mengizinkan Satgas Banjir membuka dapur umum di kantor Kecamatan Bontang Utara. Selain lokasinya strategis, juga jauh dari banjir dan mudah dalam mobilisasi.
“Silahkan kalau mau dipakai buat dapur umum. Di sana juga ada atapnya, jadi pas saja. Bisa dipakai warga, terutama warga Api-Api,” tandasnya. (*)







