• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Anak Bangsa Klaim Temukan Alat Tes Korona, Hasil Keluar dalam 10 Menit

by M Zulfikar Akbar
3 April 2020, 08:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi alat tes COVID-19 mandiri dari Sensing Self. (Istimewa)

Ilustrasi alat tes COVID-19 mandiri dari Sensing Self. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Seorang entrepreneur dari Indonesia, Santo Purnama mengklaim telah berhasil mengembangkan alat tes mandiri untuk Covid-19 hanya dalam waktu 4 bulan. Dijual dengan harga terjangkau, alat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan pengetesan di rumah masing-masing dan hasilnya akan keluar dalam waktu 10 menit.

Santo mengembangkan teknologi pengetesan Covid-19 melalui perusahaannya, Sensing Self, yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini bergerak dalam pengembangan alat tes kesehatan mandiri untuk memberdayakan setiap orang agar dapat mendeteksi kesehatannya masing-masing dan mendapatkan pengobatan di tahap sedini mungkin.

Alat tes Covid-19 ciptaan Santo ini resmi diproduksi sejak bulan Februari. Alat rapid test Sensing Self sendiri telah mendapatkan lisensi edar dari tiga pasar penting di dunia, yaitu Eropa (mendapatkan sertifikasi CE), India (disetujui oleh National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research), serta Amerika Serikat.

Untuk pasar Amerika Serikat, FDA telah memberikan persetujuan bagi alat tes Sensing Self, dengan syarat bahwa penggunaannya harus dilakukan di lembaga medis formal. India, yang mencatatkan angka ribuan kasus positif COVID-19 saat ini juga dikatakan telah memesan alat tes cepat Sensing Self sejumlah 3 juta unit.

Baca Juga:  Kemenkes Pastikan Semua WNI di Lokasi Karantina Natuna Masih Sehat

Sebagai warga negara Indonesia, Santo menyebut siap membawa alat tes mandiri ini untuk membantu pemerintah Indonesia menanggulangi wabah COVID-19 di tanah air. Namun, ia belum mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang.

“Perang melawan Covid-19 adalah perang melawan waktu. Kita harus menekan laju pertumbuhan pandemi ini dengan melakukan tes seluas mungkin. Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Indonesia bisa memberikan respon positif bagi inisiatif kami untuk membawa alat tes mandiri ini ke Indonesia,” ujar Santo melalui keterangan tertulisnya.

Jika setiap orang bisa melakukan tes mandiri, lanjut Santo, Indonesia bisa meminimalisir risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes, serta mengurangi beban tenaga medis yang sudah amat kewalahan.

Santo juga menyebut, sudah empat minggu lebih pemerintah Indonesia belum memberikan keputusan persetujuan terhadap alat tes mandiri ini. Sebagai perbandingan, badan farmasi Eropa hanya membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk memberikan persetujuan.

Baca Juga:  RSUD Taman Husada Kebut Ruang Isolasi

Sementara India menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir. Pemerintah India langsung memesan jutaan unit alat tes dua hari setelah lisensi diterbitkan.

Santo mengatakan bahwa alat tes Covid-19 dijual dengan harga produksi, sebab ini merupakan misi sosial untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.

“Kami telah mengirimkan alat tes mandiri Sensing Self untuk membantu lembaga-lembaga riset ternama, seperti Mayo Clinic, University of California San Francisco, dan Chan Zuckerberg Biohub. Kami selalu menjaga kualitas produk dan akurasi hasil, karena kami paham bahwa alat ini berhubungan dengan kesehatan seseorang. Pendeteksian dini virus Covid-19 bisa menentukan antara hidup dan mati,” tambah Santo.

Alat tes mandiri Sensing Self diklaim bisa memberikan hasil deteksi yang cepat dan akurat karena menggunakan analisis enzim. Dengan harga yang lebih murah, yaitu Rp 160.000 (USD 10), hasil tes bisa keluar dengan lebih cepat dibandingkan alat tes lain.

Baca Juga:  Jatuh di Kamar Mandi, Pasien Positif Korona di Balikpapan Meninggal Dunia

Salah satu alternatif pengetesan Covid-19 adalah dengan nostril swab, dimana metode ini memakan biaya Rp 1,2 jutaan sekali tes, dan prosesnya memakan waktu hingga 1 jam, sehingga kurang efisien.

“Kehadiran alat tes mandiri seperti Sensing Self dapat membantu pemerintah untuk menyediakan akses tes yang lebih aman, praktis, dan terjangkau bagi masyarakat luas. Dengan begitu, para tenaga medis bisa benar-benar memfokuskan diri untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala menengah-parah, alih-alih menghabiskan waktu untuk melakukan tes pada ribuan orang,” ungkap Santo.

Saat ini, Santo dan tim juga sedang mengembangkan solusi lainnya untuk melawan pandemi, yakni tes asam nukleat (nucleic acid test) untuk mendeteksi infeksi Covid-19 sedini mungkin dan dengan harga yang sangat terjangkau. Hasil tesnya diklaim mampu mendeteksi dengan akurasi hingga 99 persen pada hari pertama mereka terpapar virus. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Jawa Pos
Tags: lawan koronapenemuan anak bangsarapid testvirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Muhammadiyah Bontang: Jangan Tolak Jenazah Pasien Korona

Next Post

Ini Cara Dapatkan Token PLN Gratis untuk Pelanggan 450 V

Related Posts

Tracing Klaster HOP, 70 Orang Ikuti Tes Cepat
Bontang

Tracing Klaster HOP, 70 Orang Ikuti Tes Cepat

18 Agustus 2020, 14:30
Kemenkes Patok Biaya Tes Cepat Rp 150 Ribu, RSUD Bontang: Kami Upayakan
Bontang

Kemenkes Patok Biaya Tes Cepat Rp 150 Ribu, RSUD Bontang: Kami Upayakan

9 Juli 2020, 20:30
Jadi Tenaga Ahli, Berikut Riwayat Perjalanan Pasien Covid-19 BTG-14 dan 15
Bontang

Jadi Tenaga Ahli, Berikut Riwayat Perjalanan Pasien Covid-19 BTG-14 dan 15

18 Juni 2020, 17:25
Alergi, Bisakah Dicegah Sejak Anak Masih dalam Kandungan?
Bontang

Ibu Hamil di Bontang Tak Wajib Tes Swab Covid-19

18 Juni 2020, 14:28
Etha Minta Pendatang Langsung Menjalani Rapid Test di Pintu Masuk
Bontang

Etha Minta Pendatang Langsung Menjalani Rapid Test di Pintu Masuk

15 Juni 2020, 15:05
Rapid Test di Terminal Bus Bontang, 3 Reaktif
Bontang

Rapid Test di Terminal Bus Bontang, 3 Reaktif

4 Juni 2020, 13:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.