bontangpost.id – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Taman perlahan mulai naik signifikan. Kamis (10/2/2022) kasus aktif bertambah 65 orang, sehingga totalnya mencapai 184 orang. Melihat tren ini Pemkot Bontang bersama Tim Satgas Covid-19, mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus.
Diungkapkan Wakil Ketua Satgas Covid-19 Bontang Letkol Arh Choirul Huda, sebagai langkah awal, Satgas Covid-19 di tingkat kelurahan diminta untuk aktif kembali dan memaksimalkan peran dan fungsinya masing-masing. Guna pengendalian penyebaran korona di Bontang, utamanya varian omicron, yang diyakini penularannya jauh lebih cepat ketimbang delta. Satgas dinilai perlu diaktifkan kembali untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat di tingkat kelurahan hingga mencakup RT.
“Walaupun mortalitasnya kecil, karena masyarakat lebih dari 80 persen sudah divaksinasi, tapi tetap tidak boleh abai prokes,” ungkap pria yang juga menjabat Dandim 0908 Bontang tersebut.
Perihal pengetatan yang nantinya bakal dilakukan, menyesuaikan dengan level PPKM yang diterapkan. Untuk saat ini Bontang diketahui masih berada di level 2. Dari 15 kelurahan, 3 kelurahan berada di zona merah yakni, Belimbing, Gunung Elai dan Gunung Telihan. 4 Kelurahan di zona oranye, yaitu Api-Api, Bontang Baru, Satimpo, dan Tanjung Laut. Sementara sisanya di zona kuning. Hanya kelurahan Guntung, satu-satunya yang masih bertahan di zona hijau.
Adapun upaya lain mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi, sebelumnya diungkapkan Wali Kota Bontang Basri Rase yakni dengan memfungsikan kembali Rusunawa Guntung sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter). Alat kesehatan pun telah disiapkan di sana. Kendati begitu, Basri tidak menyebut secara gamblang kapan tempat isoter tersebut akan kembali diisi, begitupun dengan klasifikasi pasien yang ditampung. “Ini omicron penyebarannya cepat, 4 kali lipat ketimbang delta. Jadi mesti antisipasi,” katanya. (*)

