bontangpost.id – Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian (DKP3) Bontang berencana menggelar vaksinasi rabies bagi kucing-kucing liar di pasar dan ruang publik lain. Kegiatan ini dihelat guna mengantisipasi potensi kucing liar yang terinfeksi virus rabies.
Plt Kadis DKP3 Bontang Eddi Forestwanto menjelaskan, sejatinya ini agenda rutin mereka. Namun sejak pandemi, kegiatan ini dibatasi. Mereka sempat melakukan vaksinasi rabies door to door, namun ini disetop. Mengingat terjadi eskalasi kasus Covid-19 di Bontang.
“Pasti akan kami gelar lagi. Cuma sekarang belum dulu karena personel terbatas. Pandemi juga membatasi gerak kami,” ujar Eddi ketika peringatan Hari Rabies Sedunia beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, sebenarnya bukan hanya kucing yang menjadi target vaksinasi rabies. Pun kera dan anjing. Namun yang banyak liar di ruang publik umumnya kucing. Warga juga kerap tak menyangka bila binatang menggemaskan itu bisa terinfeksi virus rabies.
Untuk menggelar vaksinasi rabies, DKP3 bakal menggandeng komunitas pencinta kucing Bontang. Kata Eddi, untuk sementara pihaknya hanya bisa memberikan vaksinasi rabies. Tak bisa menampung kucing-kucing liar. Mengingat hingga kini DKP3 belum punya tempat penampungan kucing liar.
“Vaksinasi (rabies) dulu. Kami gencarkan di pencegahan,” tegas pria yang juga berstatus Kabid Peternakan DKP3 ini.
Kata Eddi, ciri-ciri fisik kucing yang terinfeksi virus rabies sama dengan anjing. Ada yang pasif, ada yang aktif. Yang aktif, biasa mengeluarkan liur dan menggigit.
Justru yang dikhawatirkan ketika rabies menginfeksi kucing. Pasalnya banyak orang tak tahu binatang menggemaskan itu bisa terinfeksi virus itu.
Yang menjadi soal, sebab virus rabies bersifat zoonosis. Artinya, penyakit atau infeksi yang ditularkan secara alamiah di antara hewan vertebrata dan manusia.
“Untuk di Bontang, sampai hari ini belum pernah ada kasus manusia tertular virus rabies. Semoga tidak ada sampai seterusnya,” tandasnya. (*)

