KAMIS (31/1/2019) menjadi hari yang penuh kerja keras bagi petugas pemadam kebakaran Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang. Lantaran tiga kebakaran beruntun terjadi dari pagi hingga malam.
Setelah kebakaran rumah di Rawa Indah dan kebakaran lahan di Kanaan, kebakaran terakhir terjadi di kawasan permukiman warga, Jalan Awang Long, Gang Piano 12 RT 01 Bontang Baru, Bontang Utara. Tepatnya di rumah bertingkat dua milik salah seorang warga bernama Nawawi. Kebakaran diketahui terjadi sekira pukul 20.30 Wita.
Diduga akibat kelalaian saat membakar ikan di gazebo yang berada di lantai atas, nyaris menghanguskan seisi rumah. Beruntung petugas pemadam cepat datang ke lokasi dan menjinakkan si jago merah. Hujan deras yang mengguyur serta lokasi kebakaran yang dekat dengan Markas Komando Disdamkartan membuat api bisa cepat dipadamkan.
“Ini akibat kelalaian. Saat membakar ikan di lantai atas, lalu ditinggal tidur di lantai dasar. Kebetulan ada orang lewat di depan rumah dan melihat api,” ungkap Akhmad Rivani, Kabid Pengendalian dan Operasional Disdamkartan Bontang mengungkap kronologis kebakaran.
Seketika kebakaran tersebut langsung dilaporkan ke Disdamkartan. Yang lantas menerjunkan tiga armadanya dengan kekuatan sekira 30 personel pemadam. Api sempat menjalar ke bagian dalam rumah di lantai dasar, namun berhasil diblok petugas dengan menyiram wilayah sekitar loteng. Sehingga api tidak menjalar lebih jauh.
Sekira pukul 21.27 Wita, si jago merah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Bagian dalam rumah terselamatkan, namun gazebo yang terbuat dari kayu di lantai atas ludes terbakar. Proses pemadaman sendiri sempat terkendala warga yang datang berkerumun untuk menyaksikan dari dekat.
“Akses masuk ke dalam (lokasi) sempat kami tutup. Tapi itu pun masih ada (warga) yang nekat masuk,” sebut Rivani.
Kebakaran ini sendiri menjadi yang keenam untuk kawasan permukiman. Serta yang kesepuluh dari keseluruhan kebakaran yang ditangani Disdamkartan di sepanjang Januari 2019. Untuk itu, Rivani mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait potensi-potensi kebakaran di lingkungannya masing-masing.
“Paling tidak selalu menjaga kemungkinan-kemungkinan kebakaran. Misalnya kelalaian, termasuk kebakaran ini dan yang di Rawa Indah,” pungkasnya. (luk)







