• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Beberapa Perumahan Dapat Penilaian Buruk, Tahun Ini Bontang Absen Adipura

by BontangPost
4 Agustus 2017, 12:53
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Agus Amir – Neni Moerniaeni(Dok/Bontang Post)

Agus Amir – Neni Moerniaeni(Dok/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG –  Upaya Pemkot dalam mempertahankan Adipura untuk kategori  kota sedang  pupus. Tahun ini, Bontang yang sejatinya mendapat penghargaan Adipura ke-10 secara berturut-turut harus puas tak mendapat apa-apa dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH).

Informasi yang dihimpun Bontang Post, Kamis (3/8) melalui  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) gagalnya Kota Taman mempertahankan penghargaan yang diperoleh sejak tahun 2008 itu, disebabkan passing grade atau rata-rata poin dari semua item penilaian  harus 75. Sedangkan nilai yang diperoleh Bontang tidak mencapai standar yang ditetapkan KLKH. Bontang hanya mengantongi nilai 74. Padahal, standar nilai TPA yang harus diraih untuk bisa mendapatkan Adipura adalah 75 untuk kategori kota sedang.

“Penilaiaian Adipura ada yang dikenal dengan p1. P1 kita 74,62 sedangkan passing grade untuk kota sedang 75. Kami mengakui harus intropeksi, ini akan jadi bahan evaluasi bagi kami agar tahun depan kembali mendapat Adipura, target kami adalah Adipura Kencana,” ungkap Kepala DLH Agus Amir.

Agus menyebutkan, penilaian kebersihan oleh KLKH dibagi menjadi beberapa titik pantau di sejumlah lokasi. Antara lain, permukiman, kebersihan jalan, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit, hutan kota, taman kota, terminal bus, sungai, saluran terbuka, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bank sampah, bandar udara, dan bank sampah induk.

Baca Juga:  Oktober Presentasi untuk Adipura

Dari titik pantau permukiman, tercatat beberapa perumahan mendapat penilaian buruk, di antaranya Perum RT 07 Kelurahan Belimbing, Perum Bontang Permai, Perum Thamrin, Perum KCY, dan Perum Bali. Rata-rata masalah yang dialami yakni sarana pemilahan sampah, proses pemilahan sampah, dan pengolahan sampah.

“Ini yang akan kami benahi, rencana besok (hari ini, Red.) kami akan kumpulkan penyapu jalan untuk memberi motivasi agar jangan putus asa, karena kita masih punya kesempatan di tahun depan,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Agus, salah satu faktor penyebab kegagalan Bontang meraih Adipura adalah sanitary landfill yang tidak ditutup top soil atau tanah pada pembuangan sampah. “Makanya kami sudah siapkan, di akhir tahun sudah kami tutup. Kami sadar ada poin yang lengah dan turun, kami bertekad tahun depan Adipura Kencana ada di genggaman kita,” tambahnya.

Pun begitu, Agus mengharapkan agar masyarakat tak kecewa dengan gagalnya  Pemkot memboyong Adipura. Sebab, komitmen Pemkot Bontang untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang baik mendapat pengakuan di tingkat nasional. Ini dibuktikan masuknya Bontang sebagai 8 besar kabupaten atau kota dari 104 nominasi penerima penghargaan Nirwasita Tantra 2016-2017, yang diberikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Baca Juga:  Ratusan Hektare Lahan Terendam Banjir

Penghargaan Nirwasita Tantra ini adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada kepala daerah yang dinilai bisa merumuskan dan menerapkan kebijakan, serta program kerja berbasis pembangunan yang berkelanjutan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di daerahnya masing-masing.

“Kita harus bangga, masuk 4 besar peringkat pertama Surabaya, lalu Balikpapan, selanjutnya Bukit Tinggi dan Bontang yang keempat. Bisa kita bayangkan kota lain ini sudah beratus tahun penyelenggaran pemerintahannya dan kita baru 17 tahun sudah bisa setara dengan mereka. Artinya, mari dukung pemimpin kita,” tukasnya.

Tidak Kejar Penghargaan

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengaku tidak kecewa dengan gagalnya Pemkot meraih Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Tidak mendapatkan penghargaan Adipura bukan masalah besar, yang paling penting menurut kami bagaimana tindakan nyata di lapangan agar kepuasan masyarakat terkait pelayanan publik menyangkut penanganan sampah di daerah ini sudah berjalan baik,” ujar Neni Rabu (2/8) kepada wartawan.

Baca Juga:  Fokus Raih Penilaian Adipura, Kutim Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan

Ia menilai, Dinas Kebersihan  maupun Dinas  Lingkungan Hidup (DLH) sudah melaksanakan tugasnya sangat maksimal. Neni  mengungkapkan bahwa salah satu faktor penyebab gagalnya Adipura kembali dibawa pulang,  karena sanitary landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tidak ditutup top soil.

“Harusnya ditutup kan, tapi tidak ada dana kata pak Agus Amir. Tapi sebenarnya sih tidak harus seperti itu, tapi kenyataanya seperti itu,” kata Neni.

Menurut Neni, sejak awal pihaknya memang tidak menargetkan Adipura. Terpenting aksi nyata di lapangan dalam menjaga kebersihan dan mengelola lingkungan. “Implementasi di lapangan lebih bagus. Bontang lebih hijau, kami lakukan Jumat Bersih. Kami tidak mengejar target penghargaan, tapi ketika ada penghargaan, Alhamdulillah,” tegasnya.

Sanitary landfill merupakan sistem pengelolaan di mana sampah ditimbun dan dipadatkan dengan tanah setiap harinya. Jadi tidak menimbulkan bau berlebih. Selain itu di bagian bawah tanah dilapisi plastik khusus. Hal itu agar air dari sampah tersebut tidak langsung menyerap ke tanah, melainkan ke kolam sehingga tidak mencemari lingkungan.  (*/nug)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: AdipuraGagal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kasmiran Bakal Roadshow ke Perusahaan

Next Post

Akhir Agustus, Rumah Nelayan Rampung

Related Posts

Bontang Masuk 4 Besar Nasional Kota Menuju Bersih, Target Naik Level 2028
Bontang

Bontang Masuk 4 Besar Nasional Kota Menuju Bersih, Target Naik Level 2028

25 Februari 2026, 16:05
Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Wawali Bontang Optimistis Raih Adipura
Bontang

Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Wawali Bontang Optimistis Raih Adipura

12 Februari 2026, 09:07
Uji Kelayakan Adipura, Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Titik Rawan Sampah di Bontang
Bontang

Uji Kelayakan Adipura, Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Titik Rawan Sampah di Bontang

7 Februari 2026, 15:49
Raih 15 Kali Adipura, Wali Kota Bontang Jadi Narasumber Seminar Nasional Lingkungan UNMUL
Bontang

Raih 15 Kali Adipura, Wali Kota Bontang Jadi Narasumber Seminar Nasional Lingkungan UNMUL

31 Januari 2026, 15:22
Raih Adipura Kencana, Wawali Najirah; Terima Kasih Petugas Kebersihan
Pemkot Bontang

Raih Adipura Kencana, Wawali Najirah; Terima Kasih Petugas Kebersihan

28 Februari 2023, 14:45
Pengelolaan Sampah Wajib Ditingkatkan 
Bontang

Pengelolaan Sampah Wajib Ditingkatkan 

30 November 2018, 16:00

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.