• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Bekali ASN Pendamping Transformasi Industri 4.0, Kemenperin Belajar ke Pupuk Kaltim

by M Zulfikar Akbar
7 Agustus 2019, 07:30
in Advertorial, Bontang, Pupuk Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Jajaran Manajemen Pupuk Kaltim berfoto bersama perwakilan ASN Badan Penelitian dan Pengembangan serta Kesekretariatan Kemenperin. (Humas Pupuk Kaltim)

Jajaran Manajemen Pupuk Kaltim berfoto bersama perwakilan ASN Badan Penelitian dan Pengembangan serta Kesekretariatan Kemenperin. (Humas Pupuk Kaltim)

Share on FacebookShare on Twitter

PENERAPAN Industri 4.0 di Pupuk Kaltim, kembali dijadikan rujukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI dalam melatih Aparatur Sipil Negara (ASN) pendamping transformasi Industri 4.0. Sebagai langkah percepatan implementasi Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan pemerintah sejak 2018 lalu. Pelatihan diikuti 25 ASN dari Badan Penelitian dan Pengembangan serta Kesekretariatan Kemenperin.

Selaku leading sector implementasi Making Indonesia 4.0, Kemenperin melalui Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) bertugas menyiapkan para pendamping andal bagi seluruh industri di Indonesia. Agar percepatan Making Indonesia 4.0 terlaksana sesuai target.

“Bagi Kemenperin, Pupuk Kaltim merupakan salah satu perusahaan terbaik yang telah menerapkan Industri 4.0 di Indonesia, sehingga pelatihan yang kami laksanakan tidak cukup tanpa didukung best practice-nya,” ujar Kepala BPSDMI Kemenperin, Sri Novalia saat kunjungan di Pupuk Kaltim, Senin (5/8/2019) pagi lalu.

Seluruh peserta diharap Sri Novalia, dapat mengetahui lebih detil mengenai implementasi Industri 4.0 di Pupuk Kaltim, sehingga mampu memberi pendampingan optimal seluruh perusahaan yang tengah proses transformasi. Selain itu juga untuk menambah wawasan para aparatur pendamping saat memberi masukan maupun arahan di lapangan.

“Utamanya peserta diklat bisa mengetahui bagaimana journey (perjalanan) Pupuk Kaltim sebelum dan setelah penerapan Industri 4.0. Serta apa efektivitas maupun dampak terhadap kinerja perusahaan,” tambah dia.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Salurkan Rp 1,79 Miliar

GM Teknik dan Sistem Informasi Pupuk Kaltim, Heri Subagyo selaku Project Manager Digital Fertilizer dan Tim Industry 4.0, mengapresiasi langkah Kemenperin merujuk penerapan digital industri di Pupuk Kaltim. Menurut Heri, inovasi berbasis Industri 4.0 merupakan salah satu budaya kerja perusahaan yang terus dikembangkan setiap tahun. Selain kontribusi aktif dalam mendukung Making Indonesia 4.0, pengembangan teknologi berbasis informasi digagas Pupuk Kaltim sebagai langkah efisiensi dan peningkatan daya saing di kancah nasional maupun global.

Melalui inovasi, Pupuk Kaltim mampu meningkatkan kinerja secara signifikan, khususnya pencapaian realisasi target tiga tahun terakhir. Hingga mengantarkan Pupuk Kaltim menjadi salah satu Industry Leader Tanah Air, serta satu-satunya perusahaan pupuk di Indonesia yang meraih predikat World Class Company.

“Termasuk penghargaan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dari Kemenperin pada April 2019, menjadi dorongan bagi Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan kinerja dengan lebih baik,” kata Heri.

Memiliki tugas pemenuhan kebutuhan pupuk di dua pertiga wilayah Indonesia, Pupuk Kaltim kata Heri perlu dukungan teknologi yang sejalan dengan konsep Industri 4.0 untuk mempermudah kinerja perusahaan. Penerapannya telah dimulai sejak 2011, melalui Enterprise Resources Planning (ERP) berbasis System Application and Processing (SAP) bersama induk usaha Pupuk Indonesia yang terus disempurnakan hingga launching pada 2016. Implementasi ERP-SAP dilaksanakan agar proses bisnis lebih terintegrasi satu dengan lainnya.

Baca Juga:  HPSN 2022, Pupuk Kaltim Perkuat Komitmen Atasi Persoalan Sampah

Proses selanjutnya adalah optimalisasi proses bisnis pemasaran, produksi, pemeliharaan, pengadaan, keuangan, dan Human Capital Management. Manajemen juga mendorong inovasi berbasis Industri 4.0 yang menghasilkan berbagai tools dan berdampak terhadap efisiensi serta daya saing perusahaan. Di antaranya Distribution Planning and Control System (DPCS) yang dikembangkan menjadi Distribution Requirement Planning (DRP), guna memantau kondisi distribusi dan pemetaan kebutuhan pupuk di seluruh wilayah secara realtime.

Kemudian E-Logsheet dan E-Logbook sebagai Integrated Data Acquisition (IDA) sebagai big data sistem pengelolaan data pabrik yang berisi indikasi serta instrumentasi alat-alat pabrik, serta aplikasi PKT Exist (Executive Information System), berupa Executive Dashboard berbasis android yang menyajikan highlight kinerja perusahaan dengan beragam konten. Mulai kinerja produksi, penjualan hingga SDM.

Kemudian aplikasi PKT SIAP (Sistem Aplikasi Pemasaran), merupakan sistem informasi pemasaran terintegrasi berbasis android untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam bidang pemasaran (Decision Support System) dan SIPMANTAP (Sistem Informasi Pendukung Pemasaran dan Pemetaan Pasar), sebagai sistem informasi analisa potensi dan pemetaan pasar pupuk non subsidi secara nasional dan daerah. Juga analisa kondisi pasar secara spesifik hingga marketing, serta evaluasi penguasaan pasar dan market share.

“Dari inovasi tersebut, efisiensi kinerja Pupuk Kaltim terus meningkat beberapa tahun terakhir. Termasuk aspek competitiveness perusahaan,” terang Heri.

Baca Juga:  Hari Koperasi Nasional Ke-74, Kopkar Pupuk Kaltim Siap Bertransformasi Menuju Koperasi Digital dan Modern
Prosesi tanya jawab saat pelatihan, Senin pagi lalu. (Humas Pupuk Kaltim)

Guna memaksimalkan pengembangan inovasi, Pupuk Kaltim juga bekerja sama dengan berbagai institusi dan lembaga pendidikan di Indonesia untuk sejumlah terobosan berbasis digital. Salah satunya teknologi PreciPalm, sebagai konsep pertanian presisi melalui pemetaan kebutuhan pemupukan berdasarkan citra satelit.

Kekurangan unsur hara maupun kebutuhan tanaman dipetakan, untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan yang sesuai dalam memacu produktifitas pertanian. Dengan teknologi ini, proses pemupukan bisa dilakukan secara custom untuk memenuhi kekurangan unsur tanaman berdasarkan citra satelit dan perbandingan manual.

Heri berharap para peserta pelatihan dapat menyerap seluruh pengetahuan berbasis Industri 4.0 di Pupuk Kaltim, sehingga mampu memberikan pendampingan maksimal bagi seluruh perusahaan yang tengah dalam proses transformasi di Indonesia.

“Pupuk Kaltim sangat terbuka untuk pengembangan kapasitas SDM, agar implementasi Making Indonesia 4.0 tercapai sesuai target Kementerian melalui pendampingan optimal bagi seluruh perusahaan di Indonesia,” pungkas Heri Subagyo. (*/vo/nav/adv)

Tags: advertorialkementerian perindustrianpupuk kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berakhirnya Kutukan Nyaris Juara, Trofi Kini di Genggaman PSM

Next Post

Jelang Iduladha, Ini Kisaran Harga Sapi Kurban di Bontang

Related Posts

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026
Pupuk Kaltim

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026

22 Oktober 2026, 19:16
Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026
Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

17 Oktober 2026, 12:04
Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Pupuk Kaltim

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

17 Oktober 2026, 11:48
Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta
Pupuk Kaltim

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta

15 Oktober 2026, 19:41
Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan
Pupuk Kaltim

Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan

13 Oktober 2026, 07:03

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.