PELAYARAN 180 penumpang KM Mutiara Sentosa I dari Balikpapan ke Surabaya menjadi perjalanan yang mengerikan. Kapal kehabisan bahan bakar. Akibatnya, mereka terkatung-katung di tengah laut lebih dari 20 jam.
KM Mutiara Sentosa I bertolak dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu lalu (1/2) pukul 07.00 Wita. Jika pelayaran normal, Balikpapan–Surabaya ditempuh sekitar 38 jam. Seharusnya kapal tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (2/2) pukul 21.00 WIB.
Namun, hingga kemarin (3/2) kapal tak kunjung tiba. Ternyata kapal itu kehabisan bahan bakar dan terpaksa berhenti di tengah perairan Madura Jumat dini hari, pukul 01.00 WIB. Kondisi itu dibenarkan oleh operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).
”Iya, benar,” ucap Kepala Cabang ALP Balikpapan Zainuddin ketika dikonfirmasi Kaltim Post (Jawa Pos Group) tadi malam.
Zainuddin menjelaskan, kehabisan bahan bakar itu diduga terjadi karena cuaca buruk selama pelayaran. KM Mutiara Sentosa I saat bertolak dari Balikpapan mengangkut 196 penumpang. Plus kendaraan yang terdiri atas 7 sepeda motor, 23 mobil, 59 truk, dan 4 unit tronton.
”Jumlah tersebut masih sangat kecil. Kapasitasnya mampu muat 75 tronton, penumpang bisa mencapai seribu lebih,” kata Andi, petugas jasa jual tiket di Pelabuhan Semayang.
Sementara itu, Kasatrolda Ditpolair Polda Jatim AKBP Heru Prasetyo mengatakan bahwa KM Mutiara Sentosa I yang mengalami masalah bahan bakar di perairan Madura sudah mendapatkan pertolongan. Operasi pertolongan dilaksanakan langsung oleh PT ALP. Mereka mengirimkan bahan bakar ke tengah laut. ”Sudah, sekarang KM Mutiara Sentosa I sudah menuju Pelabuhan Jamrud,” ucapnya menjelang tengah malam tadi.
Heru menambahkan, posisi terakhir saat kapal tersebut diketahui bermasalah adalah 06 derajat 46.39 lintang selatan dan 112 derajat 54.31 bujur timur. ”Sudah perjalanan, kira-kira sekitar pukul 01.00 atau 02.00 Sabtu dini hari sudah merapat di Perak,” terangnya.
Pihaknya awalnya sudah menyiapkan beberapa unit kapal untuk menuju lokasi. Namun, upaya tersebut lantas dibatalkan karena pihak operator pelayaran ingin menyelesaikan permasalahan tersebut secara pribadi. ”Tapi, kami tetap memantau. Jika dibutuhkan bantuan, pasti siap diterjunkan,” tegasnya.
Jawa Pos sempat mengontak salah seorang penumpang kapal yang bernama Tino Haidel. Dia menyebut KM Mutiara Sentosa I kehabisan bahan bakar Jumat dini hari, sekitar pukul 01.00. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi sempat membuat panik penumpang kapal. Persediaan makanan dan minuman yang menipis juga membuat beberapa penumpang drop. ”Kata kapten tadi ada delapan orang dewasa dan dua anak-anak penumpang yang sakit,” ucap pria yang berencana menuju Jakarta untuk mengikuti Jambore Nasional Mahasiswa yang digelar pada 4–6 Februari itu. (rid/JPG/c11/ang)







