• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Buzzer, Doxing, dan Kemunduran Demokrasi

by Redaksi Bontang Post
16 Mei 2025, 13:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi buzzer. (AI/BP)

Ilustrasi buzzer. (AI/BP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Pengamat komunikasi dari FISIP Universitas Mulawarman, Nurlia, menyebut fenomena viralnya potongan video pejabat tanpa konteks sebagai ujian komunikasi publik di era digital.

Menurutnya, setiap pemimpin perlu memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan dan persepsi publik sebelum menyampaikan kebijakan atau tindakan di ruang terbuka.

“Kalau pesan tidak sesuai ekspektasi publik, ya pasti diserang. Apa pun yang disampaikan komunikator publik akan memicu reaksi,” ujarnya, Selasa (13/5).

Menurut Nurlia, isu seperti lapangan kerja, pendidikan, dan ekonomi lebih dibutuhkan publik. Pemimpin yang menyentuh persoalan itu akan lebih mudah diterima.

Terkait buzzer yang menggiring opini lewat potongan video, ia mengingatkan agar pejabat publik tidak reaktif. “Ketika sudah jadi tokoh publik, kita harus siap dengan segala reaksi. Tidak semua orang bisa disenangkan,” ujarnya.

Pernyataan itu merespons viralnya potongan video Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang menegur pemilik kafe di kawasan Citra Niaga.

Baca Juga:  Pekerja Media di Samarinda Jadi Korban Doxing, Kasus Dilaporkan ke Polresta Samarinda

Dalam beberapa akun media sosial, video tersebut ditampilkan tanpa konteks, memperlihatkan hanya bagian teguran keras tanpa menjelaskan latar belakang peristiwa.

“Medsos yang tidak tahu konteks, dipotong videonya, akhirnya jadi jelek narasinya,” kata Andi Harun.

Padahal, menurutnya, teguran itu dilakukan karena kafe tersebut tidak menjaga kebersihan dan tidak menyediakan tempat sampah maupun toilet bagi pengunjung.

“Pemiliknya dari Balikpapan, masa halamannya dijadikan tempat buang air. Di Balikpapan bisa tertib, kenapa di Samarinda seenaknya?” tegasnya.

Andi menekankan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga ketertiban dan kebersihan kota, bahkan di hari libur.

“Kami kerja benar saja belum tentu dinilai baik, apalagi kalau kami santai. Kalau niatnya memang menggoreng, apa pun bisa dibalik,” ucapnya.

Baca Juga:  Pekerja Media di Samarinda Jadi Korban Doxing, Kasus Dilaporkan ke Polresta Samarinda

Giringan Opini di Medsos

Kasus ini memperkuat kekhawatiran tentang peran akun media sosial yang kini tak lagi netral. Alih-alih menjadi saluran informasi, banyak akun justru menjadi alat propaganda atau ladang ujaran kebencian.

Tika, karyawan swasta di Samarinda, mengaku jenuh membuka Instagram karena serangan buzzer. “Komentarnya parah. Awalnya saya pikir bisa jadi tempat tukar pikiran, sekarang malah saling serang,” ujarnya.

Alfian, mahasiswa, menyoroti maraknya akun anonim yang menggiring opini untuk menyalahkan pihak tertentu. “Masyarakat jadi gampang terbawa arus informasi yang tidak utuh,” katanya.

Susi, pegiat seni, menilai algoritma medsos justru memperkuat penggiringan opini negatif. Ia mencontohkan kasus wali kota yang dinarasikan arogan padahal konteks aslinya berbeda.

“Beda potongan video sedikit saja langsung dibelokkan. Pemerintah harusnya cepat klarifikasi,” ujarnya.

Sementara Pratama, pegiat komunitas hewan, menyoroti minimnya literasi digital. “Banyak orang lihat follower banyak lalu percaya. Padahal itu bisa dikendalikan jaringan tertentu,” katanya.

Baca Juga:  Pekerja Media di Samarinda Jadi Korban Doxing, Kasus Dilaporkan ke Polresta Samarinda

Doxing dan Kemunduran Demokrasi

Lebih jauh, fenomena buzzer dan penyebaran data pribadi (doxing) menjadi perhatian pengamat kebijakan publik dari Unmul, Syaiful Bachtiar. Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk kemunduran demokrasi.

“Kalau kritik disampaikan berdasarkan fakta, maka harusnya dilindungi oleh hukum,” katanya, merujuk Pasal 28E UUD 1945 dan UU No. 9 Tahun 1998.

Namun, menurutnya, realitas justru menunjukkan intimidasi terhadap pengkritik, baik verbal maupun nonverbal.

“Doxing bukan hanya pelanggaran etika, tapi strategi membungkam. Diamnya aparat hanya memperkuat budaya impunitas,” tegasnya.

Syaiful menekankan, negara harus hadir melindungi warga yang menyampaikan kritik secara sah dan konstitusional. “Kalau ini dibiarkan, ruang demokrasi bisa lumpuh tanpa kita sadari,” pungkasnya.
(hun/mrf/beb/sapos)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Sapos
Tags: DoxingSerangan Digital
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penjambretan di Bontang Kuala; Jual Handphone Rp500 Ribu, Dipakai Sabu dan Bayar Utang

Next Post

Kolaborasi Pengentasan Stunting, Pupuk Kaltim Dukung Operasi Timbang Serentak di Gunung Elai

Related Posts

Pekerja Media di Samarinda Jadi Korban Doxing, Kasus Dilaporkan ke Polresta Samarinda
Kaltim

Pekerja Media di Samarinda Jadi Korban Doxing, Kasus Dilaporkan ke Polresta Samarinda

19 Mei 2025, 21:25

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.