• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

DBH untuk Bontang Meningkat Tahun Ini, Segini Besarannya

by M Zulfikar Akbar
31 Januari 2020, 16:30
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi .(dok JawaPos.com)

Ilustrasi .(dok JawaPos.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Target besaran dana bagi hasil (DBH) tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Berdasarkan data dari pemerintah pusat, target DBH untuk Bontang di 2020 ini mencapai Rp 684.193.852.880. Sementara target lalu yakni Rp 660.141.500.000. Terealisasi mencapai Rp 698.202.723.351.

Kepala Bidang Perencanaan, Pembukuan, dan Pengendalian Operasional Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Moch Arif Rochman mengatakan nominal target ini telah masuk dalam batang tubuh APBD 2020. Hasil kesepakatan antara TAPD dengan DPRD Bontang. Nantinya akan dilihat perkembangan lebih lanjut, sembari menunggu peraturan menteri keuangan terkait pembayaran kurang salur.

“Tunggu regulasi sehubungan nominal kurang salur itu lalu di APBD Perubahan akan disesuaikan. Jika tidak disesuaikan pastinya akan defisit,” kata Arif.

Adapun pos DBH yang mengalami penurunan target ialah sektor migas. Target penerimaan dari sektor pertambangan minyak bumi pada tahun lalu dipatok Rp 75 miliar dengan realisasi Rp 84.648.263.832. Sementara tahun ini ditargetkan Rp 61.974.572.258. Penurunan juga terjadi di sektor pertambangan gas bumi. Dari target tahun lalu sebesar Rp 170 miliar, dengan capaian Rp 202,2 miliar. Kini melorot targetnya menjadi Rp 73,8 miliar.

Baca Juga:  Wawali Agus Haris Resmi Buka Turnamen Mini Soccer Wali Kota Cup 2025, 32 Tim Siap Beradu Kemampuan

Sebaliknya, target sektor minerba justru mengalami peningkatan. Target pos penerimaan bagi hasil dari iuran tetap (land-rent) tahun ini mencapai Rp 2.087.272.000. Padahal target tahun lalu hanya Rp 300 juta dengan realisasi Rp 7,9 miliar. Sedangkan dari iuran eksplorasi dan iuran ekspolitasi (royalti) besaran targetnya tahun ini dipatok Rp 387,7 miliar. Tahun lalu, target dicanangkan Rp 300 miliar dengan realisasi Rp 279,4 miliar.

Grafis: Kaltim Post

Menurut Arif, pemerintah pusat saat ini cenderung memberikan dana transfer lebih tinggi terhadap sektor yang berbasis kinerja pemerintah daerah. Ia menyebut peningkatan terjadi di penerimaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID).

Meski target penerimaan DBH meningkat, tetapi Bapenda Bontang tidak mau terlena. Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi fokus utama untuk dioptimalkan. Baik itu program yang sudah ada (intensifikasi) maupun inovasi sektor baru (ekstensifikasi). “Karena untuk pengendalian fiskal dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” sebutnya.

Baca Juga:  Puluhan Spanduk Kedaluwarsa Ditertibkan

Ia melihat pajak restoran bisa meningkat di tahun ini. Seiring menjamurnya usaha kuliner baru di Kota Taman. Selain itu, dalam waktu dekat penerimaan dari sektor pariwisata bisa terwujud. Kini, Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata telah terbentuk. Selanjutnya penarikan retribusi masuk obyek wisata dapat dilakukan setelah Perda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda) disahkan. Tahapannya kini masih dalam pembahasan oleh TAPD dengan DPRD.

“Saat ini pendapatan baru bersifat tidak langsung. Bentuknya wisatawan yang masuk tentu membutuhkan penginapan dan konsumsi. Jadi didapatkannya dari pajak hotel dan restoran. Nantinya masuk obyek wisata juga ditarik retribusi arahnya,” papar dia.

Sementara Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membenarkan target penerimaan DBH tahun ini mengalami peningkatan. Hal ini dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan pos anggaran yang telah ditetapkan yakni pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, dan 20 persen untuk infrastruktur dari besaran APBD Bontang.

Baca Juga:  Menuju Bontang Pasca Migas, Sektor Pariwisata hingga UMKM Terus Digenjot

“Untuk penanggulangan banjir 10 persen dari belanja barang pada batang tubuh APBD Bontang tahun berjalan,” ucap Neni saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. (*/ak/kpg)

Tags: bapenda bontangdana bagi hasilDBHpemkot bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Beberapa Lampu Lalin Tak Berfungsi, Ini Kata Dishub Bontang

Next Post

Parkir Elektronik Bontang Plaza Terkendala Izin

Related Posts

Neni soal Outsourcing DLH Bontang Ditangkap Kasus Sabu; Gaji Sudah Setara UMK, Itu Namanya Tidak Bersyukur
Bontang

Menkeu Berganti, Neni Tagih Rp402 Miliar Hak Bontang, Baru Cair Rp12 Miliar

15 September 2026, 11:56
Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.