• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Densus 88 Tangkap Pasutri Terduga Teroris di Tulungagung

by BontangPost
31 Maret 2021, 12:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Petugas dari TNI dan petugas berpakaian preman meminta keterangan warga di depan rumah mertua NM di Dusun Ngipik, Desa Tenggur, Tulungagung, Selasa (30/3). (Destyan Handri Sujarwoko/Antara)

Petugas dari TNI dan petugas berpakaian preman meminta keterangan warga di depan rumah mertua NM di Dusun Ngipik, Desa Tenggur, Tulungagung, Selasa (30/3). (Destyan Handri Sujarwoko/Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap pasangan suami-istri terduga teroris yang diidentifikasi tinggal dan bermukim di Dusun Ngipik, Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Informasi dari sumber kepolisian maupun keluarganya di Desa Tenggur, pasutri NM (suami/44) dan MB (35) ditangkap tim Densus saat jalan-jalan keluar rumah bersama salah satu anaknya yang masih balita, dengan mengendarai motor pada Selasa (30/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Aparat Densus lalu membawa mereka ke rumah tinggal NM dan MB di Dusun Ngipik menggunakan mobil, lalu melakukan penggeledahan. Petugas mendapati dua pucuk senjata api pistol berikut delapan butir peluru aktif, satu selongsong, sebilah pisau komando, serta paspor.

”Tadi yang kami tahu (saksikan) ada pistol dua (pucuk), peluru aktif delapan butir, selongsong peluru satu butir, dan sebuah senjata tajam, serta paspor,” kata Kepala Dusun Ngipik Purwanto seperti dilansir dari Antara.

NM dan MB sudah diintai tim Densus 88 Antiteror sejak lama. Hal itu sebagaimana diinformasikan Purwanto yang menyebut sempat bertemu dan ditanyai orang asing (pria yang belum dikenal) dan mengaku dari Densus 88, sekitar sebulan lalu.

”Waktu itu, dia menanyakan aktivitas dan keseharian NM,” ungkap Purwanto.

Saat itu, belum ada aktivitas yang mencurigakan. NM dan MB beraktivitas seperti biasa. Warga juga tidak menaruh curiga, meski NM jarang bergaul dengan tetangga. Sampai akhirnya terjadi peristiwa penangkapan pada Selasa (30/3/2021) sore yang langsung membuat warga sekitar gempar. Terlebih, aparat yang menangkap belakangan diketahui dari Densus 88 Antiteror.

Abu Umar, mertua NM mengaku terkejut dengan kejadian penangkapan tersebut. Dia tidak yakin menantunya terlibat aktivitas terorisme. Dia menyebut NM adalah sosok menantu yang pendiam tapi rajin bekerja.

”Dia bertanggung jawab terhadap kebutuhan ekonomi keluarga, anak dan istrinya. Tak hanya kaget, kalau lumrahnya saya mati sekalian,” ucap Abu Umar dengan mata berkaca-kaca.

Selama ini NM jarang berada di rumah. Sehari-hari NM yang asli Kemloko, Kabupaten Blitar, bolak-balik Tulungagung–Blitar. Di kampungnya di Dukuh Kuwut, Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Blitar, NM memiliki tanah yang harus diurus, serta ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan.

”Menantu saya ini punya usaha. Punya satu unit truk yang dioperasikan temannya di Blitar,” tutur Abu Umar.

NM menikah dengan MB pada 2005. Kemudian pada 2006, MB melahirkan anak pertama hasil perkawinannya dengan NM. Sejak itu, NM sempat merantau menjadi TKI ke Korea Selatan. NM bekerja selama delapan tahun. Pada 2019, istrinya melahirkan anak kedua.

Abu Umar masih belum yakin NM, menantunya, sudah terpapar paham terorisme.

Belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian terkait penangkapan pasutri terduga terorisme itu. NM dan MB kabarnya sempat dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk diinterogasi. Anak pasutri terduga teroris itu masih turut dibawa karena masih balita. (jawapos)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dterduga teroris
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bantuan Tak Kunjung Diberikan, Pedagang; Sampai Ganti Wali Kota Belum Ada Tanda-tanda

Next Post

DLH Kutim Awasi Penampungan Batu Bara di Desa Martadinata

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.