• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Dokter Cerai

by M Zulfikar Akbar
9 Mei 2019, 06:00
in Dahlan Iskan
Reading Time: 4 mins read
0
DAHLAN ISKAN

DAHLAN ISKAN

Share on FacebookShare on Twitter
Ia dokter. Kaya raya. Dari hasil prakteknya. Punya tujuh rumah: dua di Kanada, satu di Florida, di Thailand, di Malaysia dan di negaranya: Singapura. Punya juga pondok di kawasan ski Big White di dekat Vancouver.
Mobilnya Roll Roys jenis Ghost, Maserati Grancabrio, Range Rover, Audi 8L, Audi RS7 dan entah bagaimana cara menaikinya.
Tabungannya gendut. Dalam bentuk uang. Sebanyak sekitar Rp 400 miliar.
Jam tangannya Audemars Piguet berlapis diamond.
Ia punya klinik, tempatnya praktek: di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura.
NAMANYA:
Dr Gobinathan Devathasan.
SPESIALIS:
Ahli saraf. Neurologist.
STATUS:
Ruwet.
Maksud saya status perkawinannya.
Perkawinan yang mana?
Yang kedua itu. Yang dengan perawat berumur 19 tahun itu. Yang terjadi di tahun 1984 itu. Saat sang dokter berumur 34 tahun waktu itu.
Perkawinan itu berakhir minggu lalu. Di pengadilan Vancouver. Saat sang dokter berumur 69 tahun. Dan sang perawat berumur 55 tahun.
Heboh sekali. Jadi berita besar di Singapura. Dan di Kanada. Pengadilan yang sama juga mengadili putri pemilik Huawei Sabrina Meng.
NAMA ISTRI:
Christie. Perawat. Model. Aktif juga di EO.
Seperti juga dokter Gobinathan, Christie lahir di Singapura. Sekolah di Singapura. Awalnya jadi perawat di RS General Hospital Singapura (GHS). Tingginya 1,72 cm. Rambutnya hitam. Matanya kehijauan.
Itulah rupanya yang membuat dokter Gobinathan kepincut. Saat ia menangani pasien di RS tersebut.
Waktu itu sang dokter sudah beristeri. Punya satu anak. Christie juga sudah kawin. Belum punya anak.
Mereka saling terpikat.
Sang perawat berhenti jadi perawat. Lalu cerai dengan suaminya. Hamil bersama sang dokter. Melahirkan anak laki-laki.
Christie membesarkan anak itu sendirian. Tanpa status menikah dengan sang dokter. Bahkan tidak ada lagi hubungan. Sendirian bersama bayinya itu.
Dari tahun 1987 (saat melahirkan) sampai tahun 1993 (saat si bayi berumur 6 tahun) tidak ada kontak. Itulah pengakuan Christie di pengadilan Vancouver. Seperti dimuat media internasional. Termasuk koran-koran di Singapura.
Saat tidak ada hubungan itulah sang dokter punya anak lagi. Dengan isteri pertamanya.
Selama enam tahun sendiri itulah Christie menjadi model. Juga menjadi EO. Sampai tahun 1993.
Christie mengaku di tahun 1993 itu pula terjadi kontak lagi dengan sang dokter. Tidak dia jelaskan bagaimana proses kontaknya kembali itu.
Yang jelas keduanya kemudian menikah. Dan lahirlah anak kedua: wanita.
Lima tahun hidup di Singapura sang dokter punya ide: lebih baik sang istri tinggal di Kanada. Agar sang neurolog bisa konsentrasi di profesinya. Ia memang pekerja keras. Sangat mencintai keahliannya. Lebih 100 karya tulisnya dipublikasikan jurnal internasional. Ia diminta juga jadi asosiate profesor tamu untuk John Hopkins University, Amerika Serikat. Pernah juga menjadi kepala bagian saraf di RS National University Hospital of Singapore.
Tidak sulit bagi sang neurolog untuk mengurus izin tinggal di Kanada. Tinggal menempatkan uang tabungan 500 ribu dolar di bank di sana.
Itulah cara Kanada menarik orang kaya. Untuk memperkuat struktur sumber dana lembaga keuangannya.
Selama hidup pisah itu, dokter Gobinathan berjanji akan selalu ke Kanada. Beberapa kali setahun. Christie juga diberi hak setahun sekali ke Singapura.
Sepuluh tahun berlalu. Tahun 2015 kapal jarak jauh mereka retak. Tidak terungkap siapa yang menggugat cerai dulu. Kelihatannya Christie.
Finalnya minggu lalu itu. Sang dokter dijatuhi hukuman tambahan. Lebih berat. Membayar Christie Rp 1 miliar setiap bulan. Lalu Rp 40 miliar selama menjadi isteri. Juga membayar Rp 5 miliar untuk biaya kuliah anak wanitanya.
Saat perceraian terjadi minggu lalu anak pertama mereka sudah jadi insinyur. Sedang anak kedua berstatus mahasiswi seni di salah satu universitas di Kanada.
Hukuman tambahan diberikan karena sang dokter dianggap tidak jujur. Dan menyembunyikan aset. Soal jam berlapis diamond tadi misalnya. Dokter mengklaim itu hadiah dari pasien. Bukan hasil pembelian. Ada surat keterangannya. Tapi hakim menilai bukti itu diadakan belakangan.
Tambahan hukuman itu sebenarnya juga karena hal sepele. Hanya karena sang dokter sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Selama proses persidangan berlangsung.
Misalnya: menyebut istrinya itu sebagai pelacur gembrot. Mungkin karena badannya sudah tidak seperti saat jadi model dulu.
Bahkan sempat juga keluar kata-kata menghina hakim wanita. Dengan istilah yang tidak pantas ditulis di sini. Yang ada kata ‘mengangkangkan paha’ dalam kalimat itu.
Ia juga sempat mengatakan tidak akan mau membayar satu dolar pun. Sampai kapan pun. Atas perintah siapa pun. Sampai ia mati.
“Saya hanya mau bayar dengan pantat saya,” katanya.
Emosi sang neurolog memang sempat memuncak saat hakim membuat putusan sela: membekukan seluruh aset sang dokter.
Emosi itu kini sudah mereda. Kepada harian The New Paper Singapura, sang dokter berkata pendek: bisa menerima putusan itu. Juga mengatakan: putusan itu fair.
Aset itu dibekukan agar sang suami memenuhi putusan pengadilan. Tentang pembagian harta.
Salah satu pertimbangan dalam pembagian harta itu adalah: bahwa harta tersebut bisa didapat karena sang dokter bisa konsentrasi penuh mencari uang. Tidak terganggu ikut mengurus anak. Tidak pula ribet ikut mengurus rumah tangga.
Berapa nilai aset sang dokter secara total?
Pengadilan menyebut 41 juta dolar Kanada. Sekitar Rp 400 miliar.
“Itu aset kotor. Belum dipotong biaya-biaya,” ujar sang dokter.
Mungkin ada beberapa pembaca DI’s Way yang ikut membesarkan aset itu. Saat ke Mount Elizabeth dulu.
Di Singapura, ini memang perceraian termahal. Meski untuk kelas dunia tidak ada apa-apanya. Dibanding perceraian bos Amazon, MacKenzie Bezos tahun lalu. Yang harus membagi harta kepada isteri senilai sekitar Rp 400 triliun.
Yang sebagian uang itu tentu dari Anda. Yang selama ini mengakses Amazon.com.
Siapa tahu.(Dahlan Iskan)
Print Friendly, PDF & Email
Baca Juga:  Penyelamatan
Tags: dahlan iskandis way
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Setuju Usulan Pemindahan NPWP, Dewan Tunggu Regulasi dari Provinsi

Next Post

Safari Ramadan Pupuk Kaltim Berlanjut, Berikan Bantuan ke Masjid Al-Misbah

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Istri Jendral

3 Mei 2019, 10:56

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.