BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka langsung Festival Hari Anak Nasional 2019 tingkat kota, Sabtu (27/7/2019) lalu. Festival yang digelar di Gedung Auditorium Museum Tiga Dimensi Jalan Awang Long ini diikuti sekitar 200 anak dari tingkat TK hingga SMA.
Kata Neni, Pemkot Bontang telah berkomitmen dalam pemenuhan hak anak. Tidak hanya kepada anak yang tidak berkebutuhan khusus. Tetapi juga yang berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama. “Dalam mata anak-anak ini terdapat masa depan yang cerah, walaupun dalam segala keterbatasannya atau disabiltas. Namun sebagai orang tua tidak boleh mengecilkan semangat anak anak,” katanya.
Lanjut mantan anggota DPR RI ini, Pemkot Bontang juga telah berkomitmen dalam pemenuhan lima kluster kebijakan kebijakan kepada anak. Di antaranya hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuh, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus. “Pemerintah Kota melalui disdukcapil telah memenuhi hak sipil anak atau identitasnya melalui Kartu Identitas Anak (KIA) hampir 100 persen,” tambahnya.
Ke depannya, ia menginginkan rumah ibadah dapat memberikan ruang nyaman kepada anak-anak. Karena dia masih melihat, ketika di bulan Ramadan di beberapa masjid masih ada yang membawa tongkat panjang, sambil mengatakan “diam” kepada anak-anak. Hal itu dianggap dapat membuat anak trauma. Ia harap masjid tidak lagi melakukan hal tersebut lagi. Sehingga itu harus dirubah.
“Oleh karena itu saya akan menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan petunjuk kepada masjid ramah anak. Jadi tidak hanya masjid saja, tapi semua rumah ibadah, puskesmas,” ucapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Festival Hari Anak Nasional Tingkat Bontang, Fajar mengatakan dalam kegiatan ini digelar beberapa lomba, seperti mewarnai, menyanyi, dan fashion show bahan daur ulang. “Kegiatan ini memperebutkan 100 piala, lomba yang paling diminati itu lomba fahion show daur ulang,” ungkapnya. (Zaenul/adv)







