• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Flu Burung Merebak, Penjualan Ayam Potong Merosot

by Fitri Wahyuningsih
21 November 2020, 19:43
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Selama Bontang silent, pasar tetap buka, hanya aktivitasnya dibatasi. (Nasrullah/bontangpost.id)

Selama Bontang silent, pasar tetap buka, hanya aktivitasnya dibatasi. (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Di tengah upaya penanganan krisis Covid-19, Bontang kembali harus menghadapi tantangan baru. Yakni merebaknya kasus flu burung. Dalam catatan Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, kasus perdana terjadi medio Oktober 2020. Di kandang unggas milik warga di Kelurahan Bontang Baru. Sementara per 19 November 2020, terdapat 382 ekor unggas mati akibat terpapar virus influenza A subtipe H1N1 penyebab flu burung.

Merebaknya kasus flu burung ini langsung berimbas pada pedagang ayam potong di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang. Menurut penuturan pedagang, ada penurunan penjualan sekitar 20-40 ekor ayam.

Seperti diungkapkan Nasir. Sejak kabar flu burung merebak di Bontang 5 hari belakangan, jumlah ayam potong yang dijualnya turun. Dari biasanya bisa menjual 80-100 ekor saban hari, kini hanya 50-70 ekor. Penurunan pembeli ini tidak langsung. Perlahan, makin hari makin lesu. Hal yang sama pun berlaku dengan harga ayam. Sudah turun harga sekitar Rp 1.500 per kilo dari harga sebelum kasus ini merebak.

Baca Juga:  Ayam Mahal, Terkendala Distribusi Pakan, Pasokan Kurang

“Sekarang kami jual sekitar Rp 28 ribu per kilo (ayam potong). Uda turun ini. Tidak langsung. Pelan-pelan turunnya,” beber pria yang sudah lebih 3 dekade berjualan ayam potong di Pasar Tamrin ini.

Dikatakan Nasir, kasus kematian mendadak unggas seperti ini sejatinya bukan hal baru. Saban tahun terjadi, terlebih di musim penghujan. Tapi ayam yang terkena flu burung umumnya bukan ayam potong atau ayam yang diternak khusus untuk dikomersilkan. Tapi ayam kampung, yang dalam pemeliharaanya kerap dilepaskan saja di pekarangan rumah. Sebabnya, dia berharap publik tidak perlu terlalu ketakutan. Pedagang, sebutnya, juga memastikan ayam potong yang dijual ke konsumen dalam keadaan baik dan sehat.

Baca Juga:  Harga Ayam Potong Meroket

“Itu yang kena flu burung kan bukan ayam potong tapi ayam kampung. Kami juga berharap agar pemerintah bisa bantu beri pemahaman soal itu,” ujarnya.

https://www.instagram.com/tv/CH2ia3lB0bK/?igshid=s5h1lqfuoqvq

Senada diungkapkan Kahar. Penurunan penjualan ayam potong pun dialaminya. Setidaknya sejak Selasa (17/11). Ketika berita flu burung mulai menyebar ke publik. Seperti halnya Nasir, dia menekankan bila ayam yang terkena flu burung bukan ayam potong tapi ayam kampung. Dia berharap peran aktif pemerintah untuk memperjelas ini. Pun segera ambil tindakan agar flu burung tidak meluas. Sebab, sedikit banyak merebaknya kasus ini mempengaruhi daya beli masyarakat akan ayam potong.

“Sama saja, turun juga penjualan. Bisa cuma 50 ekor saja dijual ini. Padahal biasanya bisa sampai 100,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: ayam potongflu burung
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Masalah KDRT Jadi Perhatian Paslon

Next Post

Surveyor PusdeHAM Didatangi Orang Tak Dikenal

Related Posts

Ayam Mahal, Terkendala Distribusi Pakan, Pasokan Kurang
Bontang

Ayam Mahal, Terkendala Distribusi Pakan, Pasokan Kurang

12 Juni 2022, 09:52
Sudah 230 Unggas Mati karena Flu Burung
Bontang

Sudah 230 Unggas Mati karena Flu Burung

17 November 2020, 14:58
Harga Ayam Potong Meroket
Breaking News

Harga Ayam Potong Meroket

15 Januari 2017, 17:35

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.