bontangpost.id – Dinas Kesehatan mencermati angka kasus penderita DBD di Januari cukup tinggi. Bahkan jika dalam satu wilayah terjadi penularan penderita maka langsung menggunakan skema pengasapan atau fogging fokus. Kondisi ini terjadi di Berebas Tengah dan Kampung Gotong Royong.
Fungsional Epidemiologi Muda Diskes Bontang, Nur Ilham mengatakan pelaksanaan fogging fokus pun tidak bisa serta merta dilakukan. Standarnya ialah ketika ada satu penderita kemudian terjadi penularan di lokasi sama baru skema itu dilakukan.
“Jangan sampai terdapat satu penderita tetapi tidak ada penularan kasus di wilayah domisili. Karena mobilisasi warga juga luas,” kata Ilham.
Namun demikian fogging fokus tidak menggagalkan skema pemkot terkait penanganan DBD dengan Wolbachia. Mengingat setiap kurun dua pekan ember wollbachia diganti dengan telur baru. Harapannya ketika nyamuk dewasa beberapa mati akibat pengasapan, maka jentik yang menjadi nyamuk dewasa bisa berwolbachia.
“Tentu ada siklusnya. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Tetapi ketika ditaruh telur Wolbachia baru, maka tetap itu diharapkan bisa menekan nyamuk bervirus,” ucapnya.
Nantinya Diskes juga akan melakukan evaluasi setelah enam bulan pasca pelepasan. Tujuannya mengetahui berapa sampel nyamuk yang sudah mengandung Wolbachia.
Terkait dengan vaksin dengue yang saat ini diterapkan di Balikpapan, belum bisa dijalankan di Kota Taman. Pasalnya tidak mungkin dijalankan dua program sekaligus. Sebab tidak diketahui nanti keberhasilan apakan karena vaksin atau Wolbachia.
“Apalagi pilot project vaksin dengue hanya di Balikpapan,” terangnya.
Memang dulu ada sempat wacana untuk melakukan vaksin dengue. Tetapi rencana itu mengemuka sebelum menjadi pilot project Wolbachia. Oleh sebab itu, Diskes akan menunggu progres keberhasilan Wolbachia terlebih dahulu.
Diketahui, angka kasus DBD di Bontang pada Januari mencapai 65. Jumlah ini mendekati pola maksimal kurun lima tahun belakangan. Tepatnya di 2019 ksus DBD di Januari mencapai 74. Dari angka itu Berebas Tengah merupakan kelurahan dengan jumlah tertinggi kasusnya yakni 22 penderita.
Memasuki Februari masyarakat tetap diminta waspada. Pasalnya berdasarkan tren kasus, selisih angkanya tidak jauh beda dengan Januari. Bahkan dalam waktu dekat Dinas Kesehatan akan menerbitkan surat edaran ke masyarakat. Surat ini ditujukan kepada kelurahan, sekolah, dan tokoh masyarakat.
“Surat ini mengenai pentingnya gerakan 3M dalam upaya pemberantasan jentik nyamuk DBD,” ulasnya.
Pasalnya untuk fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa. Sehingga melalui gerakan 3M ini bisa memberantas hingga sumber permasalahan. Utamanya di kawasan yang kerap ada penampungan air. (ak)







