Kesadaran Warga Meningkat, Jumlah Kasus Turun
SANGATTA – Meskipun musim penghujan terus melanda Kutim, namun penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kian mengalami penurunan di tahun 2017 ini. Biasanya, musim penghujan merupakan potensi terbesar datangnya penyakit akibat serangan nyamuk aedes aegypti itu.
Dari data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, sejak Januari hingga Juli hanya terdapat 36 kasus. Rinciannya, Januari 5 kasus dan Juli 2 kasus. (lengkap lihat grafis)
“Alhamdulillah dalam setiap bulannya terus mengalami penurunan. Mudahan saja seterusnya penderita DBD menurun,” ujar Kadiskes Bahrani Hasanal didampingi Koordinator Pengelola Lingkungan Andi Didi Afriadi.
Ada beberapa kemungkinan menurunnnya DBD di Kutim pada tahun ini. Pertama tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Kemudian migrasinya nyamuk ke daerah tetangga, Bontang contohnya. Selain itu semakin tingginya kekebalan tubuh masyarakat.
“Tetapi yang paling memungkinkan karena tingginya kesadaran masyarakat Kutim tentang arti kesehatan. Mulai dari membersihkan lingkungan rumah dan sekitar. Mudahan hal ini terus digalakkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Meskipun begitu kewaspadaan laik ditingkatkan. Pasalnya, masih terdapat beberapa bulan ke depan hingga menghadapi pergantian musim.
“Biasanya serangan secara sporadis disaat pergantian musim. Tetapi kita semua berharap tidak ada lagi kejadian yang mengkhawatirkan,” katanya. (dy)







