• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Gegara Latto-Latto Mata Bocah di Kalbar Dioperasi

by Redaksi Bontang Post
12 Januari 2023, 15:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Latto-latto makan korban. Di Sungai Raya, Kalimantan Barat, bola mata seorang anak berusia delapan tahun terluka akibat terkena serpihan permainan latto-latto. Mata bagian kanan, Arfa pelajar kelas tiga SDN 07 Sungai Raya ini mesti dioperasi di RSUD Soedarso. Akibat kejadian ini, Dinas Pendidikan Pontianak mengeluarkan imbauan agar pihak sekolah melarang anak-anak bermain latto-latto di sekolah.

Ari Julianto (27), orangtua Arfa menceritakan, peristiwa terjadi pada Rabu (28/12) sore. Arfa bermain latto-latto dengan teman sebaya di belakang rumah, Jalan Adisucipto Gang Ponti Nomor 8 Kecamatan Sungai Raya. “Usai bermain, tiba-tiba anak saya (Arfa) pulang dengan menangis. Awalnya dia tidak mau cerita. Malam hari setelah dibujuk ibunya, dia cerita kalau mata bagian kanan luka terkena pecahan atau serpihan latto-latto sehingga tidak bisa melihat,” jelasnya.

Mengetahui mata kanan Arfa terluka, keesokan hari, Ari bersama istri membawa anaknya berobat ke klinik kesehatan terdekat. “Dari klinik tersebut, saya diarahkan ke dokter THT. Setelah diperiksa sama dokter THT, anak saya dirujuk untuk mendapatkan tindakan operasi di bola mata bagian kanan,” jelasnya.

“Setelah masuk rumah sakit, langsung operasi. Ada sobekan di bola mata bagian kanan terkena serpihan latto-latto. Ada sekitar lima jahitan,” tambah Ari.

Setelah dioperasi, Ari melanjutkan, Arfa mendapatkan perawatan sekitar dua malam. “Alhamdulillah, kini penglihatan anak saya berangsur pulih. Insyaallah, kalau tidak ada halangan dalam waktu dekat, kami mau konsultasi lagi ke dokter untuk memastikan kondisi mata anak saya tidak ada masalah dan dalam kondisi sehat,” ungkapnya.

Kendati kondisi mata Arfa sudah kembali pulih, Ari memetik hikmah dari musibah tersebut. Ia bersama istri mesti berhati-hati dan teliti untuk memberikan permainan dalam jenis apapun kepada anak.

“Setelah peristiwa itu, saya tidak izinkan lagi anak bermain latto-latto. Untuk permainan lain, akan selalu kami pantau. Kami tidak tahu, potensi yang bisa membuat bahaya dari permainan yang diberikan pada anak-anak,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Marijan mengaku telah mendatangi rumah Arfa untuk memastikan kesehatan pelajar kelas tiga SDN 07 Sungai Raya tersebut. Saat ini, kata Marijan, korban telah memasuki masa pemulihan. Pihaknya melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan korban.

Agar kejadian serupa tidak kembali terulang, Marijan mengimbau orang tua selalu mengawasi anak-anak saat bermain.

“Karena saat ini sepertinya lagi musim latto-latto, kami imbau kepada setiap orang tua yang anaknya suka main latto-latto untuk selalu diawasi. Karena kita juga tidak tahu standar latto-latto ini ada SNI atau tidaknya. Pilihan lain, bisa saja orang tua bisa mengarakan anak-anaknya untuk memilih permainan yang lebih aman dan tidak membahayakan,” kata Marijan.

Senada, Dinas Pendidikan Kota Pontianak melarang peserta didik membawa mainan latto-latto ke sekolah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Sri Juniarti. Sri menjelaskan larangan itu sudah disampaikan ke sebagian besar sekolah di Kota Pontianak. Larangan itu berlaku untuk sekolah swasta maupun negeri.

“Untuk latto-latto sebagian besar sekolah sudah dilarang dimainkan dan membawa ke sekolah. Larangan itu diberlakukan karena didapati banyak dampak negatif permainan latto-latto. Sebagai antisipasi, selama ini kepala sekolah juga sudah melarang anak-anak membawa sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke sekolah tanpa alasan yang jelas. Seperti mainan dan termasuk lato-lato,” ujar Sri. (mse/ash)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Aksi Pasutri Kompak Curi Ayam Terekam CCTv

Next Post

Pencarian Kembali Kapten Kapal Tanker Libatkan Tiga Penyelam Andal

Related Posts

Tiang Lapuk, Penampungan Sampah di Kampung Malahing Bontang Ambruk ke Laut
Bontang

Penampungan Ambruk ,DLH Bontang Tambah Jadwal Pengangkutan Sampah di Malahing

25 April 2026, 15:48
Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo
Kaltim

Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

25 April 2026, 15:27
Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan
Bontang

Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

25 April 2026, 14:44
Keponakan 23 Tahun Terpilih Jadi Ketua Kadin Kaltim, Rudy Mas’ud Bantah Isu KKN
Kaltim

Keponakan 23 Tahun Terpilih Jadi Ketua Kadin Kaltim, Rudy Mas’ud Bantah Isu KKN

25 April 2026, 12:30
Tujuh Saksi Dugaan Kasus Pelecehan di Ponpes Diperiksa, Polisi; Kemungkinan Bertambah
Kriminal

Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

25 April 2026, 11:11
Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring
Bontang

Antrean Solar di SPBU Tanjung Laut Disorot, Pemkot Bontang Jadwalkan Monitoring

25 April 2026, 10:25

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.