• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Handuk, Ransel, Sepatu ASN Kutim Dibiayai APBD, HMI; Pemborosan Anggaran

by Redaksi Bontang Post
8 Juni 2025, 15:18
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimtara), Ashan Putra Pradana.

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimtara), Ashan Putra Pradana.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Sangatta – Pengadaan sepatu pantofel senilai Rp 1,4 miliar untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat Daerah Kutai Timur menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.

Berbagai pihak menilai langkah itu kurang efektif terhadap situasi sosial ekonomi yang masih dihadapi warga.

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimtara), Ashan Putra Pradana, menilai pengadaan itu tidak membawa manfaat langsung bagi peningkatan kinerja ASN.

“Itu kan bukan bentuk daripada memudahkan kinerja ASN. Kenapa harus ada pantofel? Ketahuan betul dong, kalau ASN ini enggak mampu membeli biar sepatu pantofel,” ujarnya, Sabtu, (07/6).

Ia juga mempertanyakan urgensi pengadaan tersebut, sebab menurutnya ASN sudah mendapat berbagai tunjangan dan fasilitas dari pemerintah.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar anggaran sebesar itu dialihkan pada hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Setelah Viral, Data Pengadaan Sepatu Pantofel ASN Kutim Senilai Rp 1,4 Miliar di SIRUP LKPP Tak Bisa Ditemukan

“Kalau bahasa kasar saya mending kita belikan susu anak-anak atau makanan yang bergizi buat anak-anak. Nah, itu jauh lebih produktif,” tegasnya.

Bukan hanya itu, ia juga mempertanyakan alokasi anggaran yang nilainya ratusan juta untuk pengadaannya tas dan handuk.

Pengadaan itu menurutnya tidak layak dilakukan di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

“Jangan juga karena presiden itu alumni militer mau kemudian harus beli ransel gitu. Itu layak enggak sebenarnya? Ya, kalau saya ya, saya berpandangan menurut saya itu buang-buang anggaran,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa Kutai Timur masih memiliki banyak persoalan sosial dan ekonomi yang membutuhkan perhatian serius.

Masalah pengangguran yang tinggi serta lambatnya pembangunan daerah menjadi beberapa hal yang menurutnya jauh lebih layak diprioritaskan.

Baca Juga:  Kolam Renang Rp9 Miliar di SMKN 2 Kutim Belum Tuntas, Dinding Tembok Justru Ambruk

“Bagaimana taraf pendidikannya? Itu yang harusnya jadi konsen pemerintah. Atau lebih baik anggaran sepatu itu dialokasikan untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan pendidikan. Itu baru mantap,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, saat dikonfirmasi terkait pengadaan tersebut menilai bahwa sepatu pantofel untuk ASN bukanlah kebutuhan yang wajib dipenuhi oleh pemerintah, berbeda dengan pengadaan seragam kerja yang memang memiliki ketentuan tersendiri.

“Bukan sesuatu yang wajib ya. Tapi enggak tahu kalau ada aturan terkait pengadaan itu,” ujarnya.

Jimmi menekankan pentingnya dasar hukum dalam setiap pengadaan yang dilakukan oleh pemerintah. Ia pun mengaku belum mendapatkan informasi soal pengadaan itu dari pihak Setkab Kutim.

“Kalau emang aturannya ada, enggak apa apa. Kita hidup bernegara bekerja sebagai pegawai negara kan harus ada dasar,”lanjutnya.

Baca Juga:  Kesal Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Singa Geweh Kutim Blokade dengan Pohon Pisang

Jimmi menilai pengadaan semacam itu seharusnya menjadi salah satu pos yang dikurangi demi mendukung upaya efisiensi anggaran. Ia juga meminta pihak terkait untuk menjelaskan secara jelas dasar serta landasan hukum dari pengadaan tersebut.

Untuk diketahui, berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) di portal resmi https://sirup.lkpp.go.id, Sekretariat Daerah Daerah tercatat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1.445.200.000 untuk pengadaan sepatu pantofel melalui sistem e-purchasing.

Pengadaan dengan kode RUP 57157546 tersebut mencakup 620 pasang sepatu berbahan suede dan nubuck. Paket pengadaan ini diumumkan pada 13 Februari 2025.

Sementara itu, pengadaan tas kerja model ransel juga dilakukan melalui sistem e-purchasing, dengan anggaran sebesar Rp 750.260.100. Berdasarkan kode RUP 53921635, pengadaan tersebut mencakup sebanyak 2.570 buah tas. (kp)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Proyek Kutim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hukum Menjual Daging Kurban, Ini Penjelasan Buya Yahya

Next Post

Pemotor di Samarinda Nyangkut di Kolong Mobil, Terseret hingga 30 Meter

Related Posts

Setda Kutim Anggarkan Rp866 Juta untuk Beli Satu Springbed
Kaltim

Setda Kutim Anggarkan Rp866 Juta untuk Beli Satu Springbed

11 Desember 2025, 13:17
Pemkab Kutim Anggarkan Rp 261 Juta untuk Tisu Toilet, Bupati; Saya Tidak Paham
Kaltim

Pemkab Kutim Anggarkan Rp 261 Juta untuk Tisu Toilet, Bupati; Saya Tidak Paham

8 Desember 2025, 19:06
Kesal Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Singa Geweh Kutim Blokade dengan Pohon Pisang
Kaltim

Kesal Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Singa Geweh Kutim Blokade dengan Pohon Pisang

7 Desember 2025, 18:36
Tiga Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi RPU Kutim, Polda Kaltim Pamerkan Barang Bukti Rp7 Miliar
Kriminal

Tiga Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi RPU Kutim, Polda Kaltim Pamerkan Barang Bukti Rp7 Miliar

3 Desember 2025, 19:53
DPRD Kutim Jadi Sasaran Kritik Warga Imbas Keterlambatan Proyek Infrastruktur
Kaltim

DPRD Kutim Jadi Sasaran Kritik Warga Imbas Keterlambatan Proyek Infrastruktur

13 November 2025, 14:06
Kolam Renang Rp9 Miliar di SMKN 2 Kutim Belum Tuntas, Dinding Tembok Justru Ambruk
Kaltim

Kolam Renang Rp9 Miliar di SMKN 2 Kutim Belum Tuntas, Dinding Tembok Justru Ambruk

22 Agustus 2025, 16:10

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor Hilang Kendali di Jalan Poros Bontang–Samarinda, 1 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.