BONTANGPOST.ID, Bontang – Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bontang mulai merangkak naik menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai yang kini tembus Rp80.000 per kilogram.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, mengatakan lonjakan harga seperti ini lazim terjadi saat memasuki periode hari besar keagamaan dan libur panjang. Untuk menahan gejolak harga, Pemkot Bontang mengerahkan dua program intervensi, yakni Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Warung Tekan Inflasi (Wartek-In).
“Iya, harga cabai kondisinya sedang naik. Makanya ketika hari besar, salah satunya kita kerahkan Wartek-In,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (10/12/2025).
Kabid Ketahanan Pangan, Debora, menyampaikan berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, harga cabai lokal kini berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram, naik dua kali lipat dibanding November yang hanya Rp40.000. Bawang merah juga mengalami kenaikan tipis dari Rp50.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, sejumlah komoditas lain masih relatif stabil.
“Untuk beras harga masih stabil di angka Rp18.000 untuk premium per kilogram dan Rp15.500 untuk medium,” jelasnya.
Adapun harga bahan pokok di Pasar Induk Rawa Indah per 10 Desember 2025 tercatat beras premium Rp18.000, beras medium Rp15.500, bawang merah Rp55.000, bawang putih Rp43.000, cabai keriting Rp50.000, cabai rawit Rp85.000, daging sapi Rp160.000, daging ayam Rp37.000, telur Rp37.500, gula curah Rp18 ribu, tepung curah Rp8.000, tepung kemasan Rp14.000, minyak kemasan Rp21.000, dan minyak goreng curah Rp19.000. (*)







