bontangpost.id – Dua pasang calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang telah melaporkan harta kekayaan. Itu merupakan syarat untuk maju dalam kontestasi Pilkada Bontang Desember mendatang.
Neni Moerniaeni dan Basri Rase membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Januari 2020. Untuk laporan kekayaan pada 2019. Itu merupakan laporan periodik keduanya sebagai wali kota dan wakil wali kota Bontang. Laporan harta kekayaan keempatnya dapat diakses melalui situs elhkpn.kpk.go.id.
Joni menjadi yang paling tajir. Dibanding pasangannya, Neni. Maupun Adi Darma dan Basri. Kekayaan pengusaha ini tercatat sebesar Rp 71,5 miliar lebih. Terbanyak berasal dari tanah dan bangunan. Sebesar Rp 70,8 miliar lebih (selengkapnya lihat grafis).
Dalam laporannya, Joni memiliki 24 tanah dan bangunan. 20 di antaranya berada di Kutai Timur. 3 di Bontang. Dan 1 di Samarinda.
Selanjutnya adalah Adi Darma. Calon wali kota itu memiliki kekayaan sebanyak Rp 13,4 miliar lebih. Berasal dari 17 item tanah dan bangunan yang tersebar di Bontang (9), Samarinda (4), dan Kutai Kartanegara (4). Senilai Rp 12,6 miliar lebih. Ada pula alat trasportasi dan mesin, harta bergerak, serta kas dan setara kas.
Sementara Neni, memiliki harta kekayaan sebanyak Rp 9 miliar lebih. Sedangkan Basri Rp 2,3 miliar.
Diketahui, Pilkada Bontang bakal diikuti dua pasangan. Yakni paslon nomor urut 1 Adi Darma dan Basri Rase. Dan paslon nomor urut 2 Neni Moerniaeni dan Joni. (*)







