BONTANGPOST.ID, Bontang – Kota Bontang belum diguyur hujan sejak Juli 2026. Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, ratusan warga bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar salat istisqa di Lapangan Bessai Berinta, Sabtu (5/9/2026).
Salat istisqa digelar sebagai salah satu ikhtiar masyarakat untuk memohon turunnya hujan sekaligus menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan kondisi kemarau tidak hanya terjadi di Bontang, tetapi juga dirasakan sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
Menurutnya, selain ikhtiar secara spiritual melalui salat istisqa, pemerintah dan masyarakat perlu melakukan langkah nyata untuk menjaga ketersediaan air serta mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Pagi ini kita melakukan dua ikhtiar sekaligus. Ikhtiar secara lahiriah dengan menjaga lingkungan, menghemat air dan mencegah kebakaran,” ujar Neni.
Untuk menjaga pasokan air tetap tersedia, sistem suplai air saat ini dilakukan secara bergilir. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah penghematan penggunaan air baku yang bersumber dari air tanah.
Neni menyebut kondisi air baku tanah saat ini masih aman. Namun, penghematan tetap perlu dilakukan mengingat hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali turun dalam waktu dekat.
Ia pun meminta masyarakat menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan agar ketersediaannya tetap terjaga selama musim kemarau.
“Gunakan air dengan bijak. Jangan berlebihan, karena kita tidak tahu sampai kapan kondisi kemarau ini berlangsung,” pungkasnya. (*)

