• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ini Alasan DKK Tak Sarankan Fogging

by BontangPost
14 Oktober 2018, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 1 min read
0
Rustam(DOK/METRO SAMARINDA)

Rustam(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Selain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit yang kerap menghantui Kota Tepian adalah wabah demam berdarah dengue (DBD). Terlebih, Samarinda sebagai kawasan dataran rendah. Lingkungan yang padat disertai banyaknya genangan kerap menjadi tempat bersarangnya penyakit.

Seperti yang terjadi di Palaran. Baru-baru ini beredar kabar bahwa ada empat anak yang menderita DBD. Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda Rustam sepertinya belum mendengar kabar tersebut. Pasalnya, banyak kasus penyakit yang menyerupai DBD namun ternyata bukan penyakit itu.

Begitupun mengenai permintaan fogging jika wabah tersebut merebak. Ia mengatakan hal itu hanya bisa dilakukan ketika ada permintaan dan penderita hingga tiga orang. “Hal itu pun biasanya akan dilaporkan oleh Puskesmas sekitar dengan melaporkan keadaan lingkungan rumah penderita DBD dengan radius hingga 20 meter,” tutur dia, belum lama ini.

Baca Juga:  November, PDPAU Agendakan Mulai Jualan 

Kenatdi demikian, pihaknya berusaha menghindari pilihan tersebut karena dianggap tidak terlalu efektif lagi. Karena ada penelitian yang mengatakan bahwa fogging hanya akan membuat nyamuk DBD bertambah kuat.

“Karena fogging tidak menjamin nyamuk bisa mati. Apabila setelah nyamuk terkena fogging dan tidak mati, maka nyamuk tersebut akan lebih kebal dan justru menyebarkan penyakit yang sama kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Rustam pun mengatakan, cara paling efektif saat ini yaitu melakukan pola hidup sehat yakni dengan menggalakkan 3M. Yakni menguras, menutup, dan mengubur. Selain itu, untuk menghindari gigitan nyamuk, ia lebih menyarankan untuk menggunakan lotion maupun penyemprot nyamuk.

Terpisah,  staf bagian surveilans DKK Samarinda Tanty mengatakan, hingga saat ini kasus DBD mencapai angka 70 hingga 90 orang. Kendati demikian, ia tidak dapat memberikan keterangan lebih lantaran saat ini ia sedang berada di luar kantor.

Baca Juga:  Pilrek Unmul Bakal Dijaga Ketat 

“Seajuh ini kasus yang kami terima dari awal tahun hingga bulan ini berada pada kisaran 70-90 kasus. Sedangkan penderita yang meninggal ada 3 orang,” ucapnya saat dihubungi via telepon. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dbdDKKFoggingMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Harga Komoditas Terpantau Stabil 

Next Post

Terkait Kasus yang Menimpa Alphad Syarif, KPU Diminta Tak Gegabah 

Related Posts

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak
Bontang

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak

13 April 2026, 12:00
Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan
Bontang

Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan

9 Maret 2026, 09:53
Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026
Bontang

Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026

3 Maret 2026, 10:00
Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang
Bontang

Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang

2 Maret 2026, 15:28
DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia
Bontang

DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia

28 Januari 2026, 10:00
Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School
Bontang

Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School

30 September 2025, 11:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.