Gerakan PKB
Jika PKB, PPP, PAN, dan Demokrat berkoalisi dalam Pilgub Kaltim 2018, total perolehan kursinya sudah memenuhi syarat untuk mengusung cagub-cawagub. Bisa jadi, koalisi parpol ini menjadi salah satu penantang Golkar.
Jika Berkoalisi
Parpol Kursi
PKB 4
PAN 4
Demokrat 4
PPP 3
Total 15
Syarat Mengusung
– Syarat pencalonan adalah memenuhi 20 persen kursi di parlemen, yakni 11 kursi.
– Syarat lain pencalonan adalah memiliki 25 persen total suara pemilu.
“Enggak harus kader NU. Tapi kalau ada kader NU yang layak untuk diusung, lebih baik lagi”
Syafruddin, Ketua DPW PKB Kaltim, Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim
SAMARINDA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepertinya enggan gegabah dalam menyambut Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Hingga Selasa (7/2) kemarin, partai berlambang bola dunia itu belum juga menentukan sikap politiknya di kenduri demokrasi terbesar di Benua Etam.
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus membangun komunikasi dengan beberapa partai politik (parpol) dan kandidat. Pasalnya, untuk mengusung sepasang calon, PKB mesti berkoalisi dengan parpol lainnya.
Dia juga menambahkan, beberapa parpol sudah dilobi. “Kami baru berkomunikasi dengan PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PAN (Partai Amanat Nasional), dan Demokrat,” jelasnya, kemarin.
Untuk diketahui, di parlemen keempat parpol sama-sama memiliki kursi. PKB, PAN, dan Demokrat masing-masing memiliki empat kursi. Sementara PPP memiliki tiga kursi.
Jika benar-benar terjadi koalisi, praktis keempat parpol tersebut memiliki 15 kursi. Jumlah tersebut melebihi syarat minimal 20 persen kursi di DPRD Kaltim, yakni 11. Dengan demikian, keempatnya bisa mengusung calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub).
“Kami masih menjajaki koalisi dengan beberapa parpol, dan membangun komunikasi politik dengan para kandidat,” kata pria yang juga ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim itu.
Ditanya soal kemungkinan mengusung kader sendiri, Syafruddin memastikan bukan. Menurutnya, PKB belum memiliki kader potensial.
“Kami akan mengusung orang luar, karena PKB belum memiliki kader potensi untuk diusung pada perhelatan pilgub. Kalau saya ngotot maju, masih banyak syarat yang belum terpenuhi. Salah satunya persoalan finansial,” jelas mantan ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda itu.
Terkait calon yang diusung, Syafruddin juga tidak memberikan syarat khusus. Meskipun selama ini, PKB identik dengan Nahdlatul Ulama (NU).
“Enggak harus kader NU. Tapi kalau ada kader NU yang layak untuk diusung, lebih baik lagi,” harapnya. (gun)







