bontangpost.id – Pemkot Bontang mengusulkan untuk memperbaiki Jalan Tennis, Api-Api. Usulan itu diajukan pada bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim pada APBD Perubahan tahun ini. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Anwar Nurdin mengatakan perencanaan untuk perbaikan jalan ini sudah ada sejak dua tahun lalu.
“Saat ini masih cor kami ajukan untuk diaspal,” kata Anwar.
Rencananya pengajuan pengaspalan dari gerbang masuk gang dari arah turunan Mapolres Bontang. Hingga kompleks Perumahan BPR Dhanarta. Jika diukur dengan peta Google maka jarak mencapai 800 meter. Dinas PUPRK membutuhkan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar untuk proyek ini.
“Sesungguhnya selain pengaspalan pengerjaan yang diperlukan ialah perbaikan trotoar. Tetapi itu tidak mampu jika diserap di APBD Perubahan karena sangat mepet,” ucapnya.
Terkait pengaspalan, ia optimistis dengan durasi waktu yang ada. Utamanya pasca penetapan APBD Perubahan yang biasanya diketuk pada September mendatang. Pasalnya untuk volume pengaspalan seribu ton itu bisa dikerjakan dalam kurun sepekan.
“Jalan ini memang dari awal belum diaspal. Biasanya keterlambatan erat kaitannya dengan ketersediaan solar untuk alat berat,” tutur dia.
Diketahui, Pemkot mengajukan Rp 13 miliar untuk bankeu di APBD Perubahan tahun ini. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Amiruddin Syam mengatakan Besaran ini lebih kecil dibandingkan pengajuan pada tahun lalu yakni mencapai Rp 78 miliar. Ia menjelaskan faktor pengajuan lebih sedikit lantaran terkendala waktu dan ketersediaan material. Dua aspek itu dipandang penting.
“Dari aspek waktu itu mepet. Kalau ketersediaan material itu juga kami utamakan jangan sampai justru pengerjaan tidak rampung, kata Amiruddin.
Mengenai besaran ini masih bersifat fluktuatif. Bisa menambah saat finalisasi anggaran. Kini Pemkot menunggu pengesahan APBD Perubahan oleh Pemprov Kaltim. Namun dipastikan anggaran untuk penanganan banjir tidak termuat dalam usulan tersebut. Sebab kegiatan penanaganan banjir umumnya membutuhkan anggaran besar.
Ia menuturkan paling cepat kepastian bankeu itu diperoleh pemkot pada September mendatang. Artinya proses lelang dan pengerjaan menyisakan durasi tiga bulan. Oleh sebab itu penanganan banjir akan diajukan pada bankeu tahun depan.
Selain Jalan Tennis, pengajuan juga menyasar peningkatan Jalan Asmawarman. Termasuk perbaikan drainase di ruas jalan tersebut. Diketahui sejatinya renovasi jalan ini sudah dikucurkan tahun lalu. Dengan pagu anggaran mencapai Rp 10,5 miliar. Tetapi besaran itu terserap semua karena terdapat dinamika selama proses tender. Praktis hanya Rp 2,5 miliar yang berhasil dieksekusi. Bila diajukan kembali maka anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 8 miliar. (ak)







